Semabung Macet Parah Seperti Jakarta, Dishub Bahas Rekayasa Lalu Lintas

PANGKALPINANG - Perkembangan pertumbuhan kota yang semakin pesat membuat jalur lalu lintas yang ada di Pangkalpinang semakin padat. Terutama lalu lintas yang berada di seputaran kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Depati Hamzah. Pada saat jam kerja di kawasan itu lalu lintas terlihat padat merayap seperti kemacetan yang terjadi di Jakarta.

Syahruddin, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan saat ini jalur lalu lintas yang ada di Kota Pangkalpinang menuju ke arah kawasan Kantor Gubernur sudah terlalu padat. Apalagi di waktu pagi hari. Sebab, menurutnya di pagi hari adalah waktu dimana pegawai beraktivitas menuju kantor yang berada di kawasan perkantoran gubernur.

"Jalan dari arah kota dan Jalan Depati Hamzah menuju Perkantoran Gubernur waktu pagi dan sore hari pasti macet. Oleh sebab itu, kita harus pikirkan solusinya bagaimana,” ujar Syahruddin saat membuka Rapat Pembahasan Rekayasa Lalu Lintas Pangkalpinang di Ruang Rapat Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung Kamis (15/3).

Selain Jalan Depati Hamzah, Syahruddin melanjutkan, jalan-jalan lain yang menjadi pusat kemacetan di Kota Pangkalpinang juga harus di cari solusinya. Ia mencontohkan, seperti Jalan Jenderal Sudirman terutama di Simpang Griya Timah dan Simpang Pengadilan Negeri Pangkalpinang. Dengan laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat, Pangkalpinang lima tahun kedepan akan menjadi kota yang sibuk. Kendaraan di jalan pun akan bertambah dari yang ada saat ini.

"Oleh sebab itu, saya berharap melalui rapat ini kita dapat menghasilkan suatu rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan yang terjadi saat ini,” harapnya.

Sementara itu, Marhamzah Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung mengatakan sebelumnya Jalan Depati Hamzah direncanakan untuk menjadi jalan satu arah (one way) dari arah kota menuju perkantoran gubernur. Hanya saja, Marhamzah menjelaskan jika dibuat jalan satu arah Jalan Depati Hamzah masih belum memenuhi syarat. Oleh sebab itu, saat ini menurutnya ada satu rencana rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan oleh Dishub Babel bekerja sama dengan Ditlantas Polda Babel untuk membuka jalan satu arah di Jalan Keuskupan dan menutup jalan di Jalan Batu Nirwana (arah Bolesa) pada waktu tertentu. Misalnya, pagi hari di Pukul 07.00-07.30 WIB. Pasalnya, titik kemacetan di pagi hari ada di kawasan jalan sekitar Hotel Griya Tirta.

"Jadi yang dari arah Air Itam menuju Kota tidak boleh belok kiri ke Jalan Batu Nirwana. Tapi boleh belok kanan ke arah Jalan Keuskupan atau lurus langsung ke arah kota. Begitu juga sebaliknya, dari arah kota menuju perkantoran gubernur tidak boleh belok ke kanan Jalan Batu Nirwana. Hanya boleh belok kiri ke arah Jalan Keuskupan atau lurus langsung ke arah kantor gubernur,” papar Marhamzah.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Irwanto