Sharing : Penggunaan Data Center Mempermudah Kinerja Pemerintah

Tanjung Pandan - Perkembangan teknologi informasi saat ini sangat cepat, hal ini ditandai dengan semakin kompleksnya alat komunikasi yang digunakan serta kemampuan transfer data antar alat komunikasi yang semakin canggih. Hal ini diungkapkan oleh Sharing, Kepala Bidang Aplikasi dan Telematika Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kep. Bangka Belitung mewakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Prov.Babel saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas SDM di bidang TIK di Grand Hatika Hotel Tanjung Pandan, Selasa malam (27/10/2015).

"Salah satu yang menjadi fokus para penggiat teknologi digital saat ini adalah fasilitas data center (pusat data), hal ini dikarenakan fasilitas penyimpan data yang dulu hanya sebatas hard disk yang dirasa sudah tidak mampu lagi mengolah data yang sangat banyak," katanya.

Lebih jauh sharing menjelaskan data center adalah fasilitas yang disusun dari beberapa server atau sistem komputer dan sistem penyimpanan data yang dikondisikan dengan pengaturan daya dan udara, pencegahan bahaya kebakaran dan biasanya dilengkapi pula dengan sistem pengamanan fisik.

Selain itu ia menambahkan bahwa  data center berfungsi sebagai sistem pengolahan data dari mulai pengumpulan, penyimpanan, pengelolaan hingga penemuan kembali data dan dalam pemerintahan daerah, penggunaan e-goverment ini akan berdampak besar dalam kebijakan tertib anggaran.

"Selama ini mekanisme lelang  banyak menyedot anggaran pemerintah daerah, seringkali tidak transparan dan terjadi kebocoran karena tidak ada sistem informasi yang akurat dan transparan" ujarnya.

Ia menambahkan penggunaan e-goverment dengan dilengkapi teknologi informasi yang baik akan dapat membuat efektifnya proses tender serta mengantisipasi terjadinya kebocoran anggaran yang merugikan keuangan daerah.

Sharing berharap penggunaan e-goverment ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat seperti dengan adanya call center, layanan informasi dan sosialisasi peningkatan sistem administrasi.

"Penggunaan data center ini tidak bisa digabungkan dengan pihak swasta karena banyak menyangkut rahasia negara yang keamanan datanya harus dijaga secara ketat" ungkapnya.

Selain itu dengan mengoptimalkan data center, Sharing mengatakan akan semakin mempermudah kinerja pemerintah, sebab data center mampu memberikan berbagai manfaat diantaranya memudahkan pengambilan kebijakan untuk mengakses data, tidak ada skat antara satu SKPD dengan SKPD lainnya dalam pertukaran data dan informasi, data dapat dipertanggungjawabkan dan dapat mewujudkan transparansi informasi publik.

Menyinggung masalah keamanan informasi, sesuai dengan tema Bimtek yakni keamanan sistem informasi dan pengelolaan data center, Sharing mengatakan keamanan informasi yang baik dapat dicapai melalui penerapan sejumlah upaya-upaya teknis yang didukung oleh kebijakan dan prosedur manajemen yang sesuai.

Ia juga mengatakan  sistem manajemen keamanan informasi adalah sistem yang diterapkan untuk mengamankan aset informasi terhadap ancaman yang dapat terjadi. Selain itu sharing juga menjelaskan Sistem manajemen keamanan informasi menjadi sangat penting diterapkan agar informasi yang beredar dapat dikelola dengan benar.

"Kunci dari keamanan informasi adalah pada kesadaran dalam mengamankan informasi tersebut, guna meminimalkan risiko yang ada serta dapat membangun tata kelola teknologi informasi yang andal," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Aula Dedy Sayogo mengatakan peserta kegiatan Bimbingan Teknis peningkatan kapasitas SDM TIK ini adalah perwakilan instansi lingkup kominfo dilingkungan Provinsi Kep. Bangka Belitung.

"Adapun peserta dari bimtek ini adalah perwakilan dari instansi kominfo dari Kabupaten/Kota seprovinsi Kep. Bangka Belitung dan juga pengelola LPSE Provinsi dan Kabupaten/Kota se Bangka Belitung yang seluruhnya berjumlah 50 peserta" ujarnya.

Mengenai waktu dan pelaksanaan, Aula mengatakan pelaksanaan kegiatan bimtek ini dilaksanakan mulai hari selasa hingga jum'at, 27 -30 Oktober 2015 di Hotel Grand Hatika Tanjung Pandan.

"Semula pelaksanaan bimtek ini direncakan tanggal 26 - 27 Oktober 2015, namun dikarenakan kendala kabut asap yang mengakibatkan pembatalan keberangkatan dari pangkalpinang tanggal 26 Oktober menuju Tanjung Pandan, maka pelaksanaannya diundur menjadi tanggal 27 -30 Oktober 2015" jelas Aula.

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
M Chandra
Fotografer: 
M Chandra