Simulasi Pengamanan Pilkada Beltim Harus Tanggap Protokol Covid-19

MANGGAR - Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyaksikan langsung unjuk kekuatan pengamanan jajaran TNI/Polri dalam kesiapan pengamanan tahapan Pilkada Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tahun 2020. Kegiatan digelar di Halaman Mapolres Beltim, Jumat (18/9/20) pagi.

Forkopimda Babel yang terdiri dari Gubernur  Erzaldi Rosman, Kapolda Anang Syarif Hidayat, dan Danrem 045/Garuda Jaya Mateus Jangkung Widyanto. Mereka berharap pilkada di Beltim berjalan aman dan damai dengan mengedepankan protokol kesehatan.

"Hari ini kita melaksanakan gelar pasukan simulasi sispamkota, pasukan kita menunjukkan kesiapan kita dalam rangka menghadapi pilkada ini. Sispamkota ini memperagakan cara menghadapi permasalahan-permasalahan yang terjadi selama tahapan pilkada berlangsung," ungkap Kapolda Irjen Pol Anang Syarif Hidayat kepada Belitong Ekspres/ Babel Pos Group, Jumat (18/9/20) pagi.

Yang paling penting lagi, kegiatan ini juga mengedepankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sehingga setiap tahapan mengingatkan kepada pasangan calon serta kepada pendukung supaya mematuhi protokol kesehatan.

"Imbauan saya, Mari seluruh masyarakat Belitung Timur kita ikuti pesta demokrasi ini sungguh-sungguh. Kita berharap semakin banyak partisipasi masyarakat, semakin hebat. Kita harapkan lebih dari 70% di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ini," imbaunya.

Dengan latihan yang diselenggarakan, setiap personil akan mengetahui tugas-tugasnya.

Sementara itu, Gubernur Erzaldi Rosman mengapresiasi yang telah diupayakan oleh TNI/Polri di Babel dalam mengawal pilkada di Babel agar berjalan aman dan lancar.

"Apa yang sudah dilakukan TNI/Polri dalam hal ini, Pemprov. Kepulauan Bangka Belitung insyaAllah akan mendukung terus," ungkapnya.

Karena itu, Gubernur Erzaldi mengimbau masyarakat untuk mengikuti proses pesta demokrasi ini dengan baik, jaga ketertiban, dan jangan sampai tidak datang ke TPS. Satu suara itu sangat berarti dalam rangka membangun daerah. 

“Pemimpin yang terpilih itu adalah pemimpin yang dipilih oleh masyarakat secara langsung, dan buktinya adalah dengan kehadiran masyarakat," ungkapnya.

"Kepada para pasangan calon pilkada dan masyarakat untuk paham betul tata laksana kampanye. Harus mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Jangan gara-gara pesta demokrasi ini kita melanggar protokol kesehatan," pungkasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Leo Randika
Fotografer: 
Bidang IKP
Editor: 
Listya