Sinergi Majukan Pendidikan di Babel, Institut Takzia Bogor Sambangi DPRD Babel

 

PANGKALPINANG -  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Herman Suhadi menyambut baik kunjungan silaturahmi dari Institut Tazkia Bogor, Senin pagi (29/03) di Ruang Kerja Ketua DPRD Babel.

Kunjungan Institut Tazkia Bogor ke DPRD Babel ini merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Komisi IV DPRD Babel pada 5 Oktober lalu, melakukan kunjungan yang sama demi memajukan pendidikan di Bumi Serumpun Sebalai. 

"Saya atas nama pribadi juga mewakili DPRD terutama Komisi IV sangat berterimakasih atas dibalasnya kunjungan kami. Berkat doa Ibu Rektor dan kawan-kawan di Institut Tazkia, alhamdulillah ini hari ke-57 saya menjabat sebagai Ketua DPRD menggantikan Ketua yang terdahulu," ujar Herman awali pertemuan. 

Atas kunjungan ini, dirinya mengatakan DPRD Babel siap membantu dan mendukung program yang akan dilakukan Insitut Tazkia Bogor. Selain itu, Ketua DPRD Babel haturkan belasungkawa atas terjadinya pengeboman gereja di Makassar. 

Tak jauh berbeda, Politisi Gerindra yang menjabat Ketua Komisi IV, Jawarno, mendukung sepenuhnya untuk kemajuan Babel. 

"Kami harapkan melalui kedatangan Tazkia, kita dapat bekerjasama melalui pembinaan masyarakat guna meningkatkan ekonomi," ungkap Jawarno.

Sementara itu, rombongan Institut Tazkia Bogor yang dipimpin langsung Rektor Tazkia, Murniati Mukhlisin merupakan asli Belinyu Kabupaten Bangka. 

Dirinya menyampaikan bahwa Institut Tazkia mendapatkan penghargaan sebagai kampus pendidikan keuangan syariah terbaik dunia dari GIFA (Global Islamic Finance Awards). 

"Sebagai orang asli Bangka, saya ingin memberikan sumbangsih pada Babel. Kita dapat bersinergi dan membangun Babel bersama-sama. Setelah ini, kami juga akan  bertemu dengan Pak Gubernur," jelas Murniati. 

Murniati mengatakan pihaknya pernah bekerjasama dengan Provinsi DKI Jakarta dalam membenahi manajemen koperasi di Jakarta, sekitar 230 unit. Ia menyebut untuk meningkatkan dan mewujudkan Ekonomi Kreatif di Babel dengan bersama-sama mengaji terlebih dahulu sebelum dijadikan program Provinsi. 

Ditambahkan Nur Hendrasto selaku Direktur Inkubator Bisnis Tazkia, bahwa sejauh ini sudah dilakukan berbagai kerjasama dengan pihak lain, diantaranya program pemberdayaan ekonomi desa. Salah satunya, di Sumbawa dengan pemberian bantuan PLTS. 

Lebih jauh Nur mengungkapkan rencana Institut Tazkia yang akan ke Riau, lalu setelah itu diharapkan dapat menjangkau Bangka Belitung dengan mengembangkan pulau yang berpotensi bisnis. 

"Kami menerapkan ekonomi yang disandingkan dengan IT yakni membangun dengan energi. Karena percuma kita memberikan bantuan untuk pengembangan bisnis bila tidak ada energi yang dapat digunakan," ujarnya.

Pertemuan ditutup dengan penukaran cinderamata, foto dan doa bersama.
 

Sumber: 
Publikasi Setwan
Penulis: 
Utari
Fotografer: 
Agus Rama
Editor: 
Dini