Sinergikan Pengembangan Program KUBE, Sebanyak 201 Pendamping KUBE Se-Indonesia Dikumpulkan

Pangkalpinang –  Sebanyak 201 Pendamping bagi Kelompok Usaha Bersama masyarakat miskin binaan Kementerian Sosial RI yang berasal dari 21 Provinsi dan 39 kabupaten se-Indonesia Kamis (28/02) bertempat di Hotel Soll Marina berkumpul  guna mengikuti Program Bimbingan Lanjutan Pendamping Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial RI. 

Kegiatan pendampingan dibuka oleh Dirjen Penanganan Fakir Miskin (PFM) Kemensos RI, Andi Za Dulung. Turut hadir dalam kegiatan pembukaan siang itu mewakili Gubernur Kep. Bangka Belitung yakni  Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Pemprov Bangka Belitung, Yulizar, Kepala Dinas Sosial Pemerintah Provinsi Kep. Bangka Belitung dan jajaran Kemensos dari Direktorat Penanggulangan Kemiskinan.

Dalam arahannya kepada para pendamping KUBE provinsi/kabupaten, Andi Za Dulung mengungkapkan para pendamping dari KUBE bentukan pemerintah ini dimaksudkan dan berperan dalam membantu pemerintah terkait percepatan penanggulangan kemiskinan.

“Dari perjalanannya tentu sudah banyak yang Saudara lakukan untuk keberhasilan program KUBE dalam percepatan penanggulangan kemiskinan, untuk itu  para pendamping pendamping KUBE sekarang kita ingin (red: pemerintah) lebih intensif lagi," ungkap Andi Za Dulung.

Andi Za Dulung juga mengenalkan kepada para pendamping KUBE terkait startegi pembaharuan pengembangan program–program pengembangan pemberdayaan masyarakat yaitu program integrasi usaha dari para KUBE yang ada di hilir hingga hulu dalam mewujudkan percepatan penanggulangan kemiskinan. 

“ Strategi KUBE sekarang ini berbagai macam kita coba, salah satunya program integrated bisnis yaitu suatu pola usaha dimana beberapa KUBE bisa mengerjakan satu pekerja yang berurut misalkan satu program integrated bisnis  yang sedang coba lakukan di Banggai adalah“program kelapa”  dimana order taker nya sudah ada seperti yang akan meng eksport sabunnya; ada yang minta air nya; ada yang minta batok untuk arang jadi dari satu bahan kelapa ini bisa dijadikan banyak produksi sehingga banyak KUBE-KUBE yang dibutuhkan ini, jadi saat ini kami bergeraknya dari hilir dimana pemerintah memantau program apa yang paling banyak pasarnya. Saya yakin program pendampingan KUBE seperti ini sudah berlanjut dan berjalan,” tutur Andi Za Dulung

Penyediaan fasilitas media atau saluran media pemasaran bagi produk baik barang/jasa yang dihasilkan oleh para kelompok masyarakat yang tergabung dalam KUBE baik di tingkat kabupaten/provinsi  dijelaskan Andi Za Dulung merupakan satu bentuk strategi pembaharuan lainnya yang telah dirumuskan dan coba diterapkan  pada program KUBE. 

Andi Za Dulung menambahkan bahwa melalui strategi pembaharuan program pemberdayaan dan penanggulangan kemiskinan yang dirumuskan dan dilakukan pemerintah seperti halnya dalam program KUBE dimaksudkan guna mendukung upaya percepatan penangulangan kemiskinan ekonomi yang terwujud melalui terciptanya kemandirian ekonomi masyarakat miskin yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama.

 “ Program pemberdayaan ini penting dan dimaksudkan supaya mereka (red: masyarakat miskin penerima bantuan pemerintah) kedepannya bisa mendapatkan income/ pendapatan yang tetap atau permanen dan untuk mewujudkan hal tersebut mereka harus ada diberdayaan dan keberhasilan program pemberdayaan ini apabila masyarakat akhirnya memiliki penghasilan tetap sehingga terwujud kemandirian secara ekonomi,” jelas Andi Za Dulung.

 

 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Stevani
Fotografer: 
Imam ( Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov Kep. Babel) |  
Editor: 
Fitra