SOSIALISASI TANI MAS BANGKITKAN GAIRAH GENERASI MUDA

Bangka – Bertempat di Aula Pondok Pesantren Al Islam Kemuje Kabupaten Bangka, Jumat (6/12/2019), Dinas Pangan Provinsi menggelar Sosialisasi Pertanian Masuk Sekolah (PMS = TANI MAS). Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi, Damiri, Kabid Konsumsi Dinas Pangan Kabupaten Bangka, Suparjo, Tim BPTP Provinsi, Kepala Sekolah MA Ponpes Al Islam, Abdul Choir, dan siswa siswi MA Ponpes Al Islam Kemuja.

Sebagai tuan rumah, Abdul Choir dalam sambutannya memberikan aplaus atas terealisasinya program TANI MAS sebagai wujud pengembangan potensi santri dan santriwati yang selaras dengan kurikulum Madrasah Aliyah dalam kegiatan pertanian dan pengelolaan lingkungan di Madrasah khususnya dan pondok pesantren umumnya. Abdul Choir mengharapkan program ini berkelanjutan dan diberikan bmbingan serta arahan dari pihak-pihak terkait khususnya Dinas Pangan Provinsi dan Kabupaten. Hal ini tidak lain agar pihak MA dapat lebih paham lagi mengenai program TANI MAS.

Mendukung pernyataan Abdul Choir, Damiri menyebutkan tepatnya pemilihan MA Ponpes Al Islam sebagai salah satu sekolah percontohan mengingat kurikulum madrasah yang sejalan dengan program TANI MAS dalam pemanfaatan lahan sekitar. Luas lahan MA Ponpes Al Islam Desa Kemuja saat ini diketahui lebih dari 500 m2.

“Pemilihan sekolah ini adalah hasil koordinasi langsung di Jakarta. Untuk itu, saya harapkan dukungan semua pihak. Adek-adek madrasah dimohon partisipasinya, penyuluh Kabupaten, serta BPTP secara teknis. Jadi intinya disini kita berjuang bersama agar program ini dapat berhasil kedepan,” imbuh Damiri dalam sambutannya.

Lebih jauh Damiri menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan program Menteri Pertanian dengan sasaran 68 sekolah se-Indonesia. Di Bangka Belitung, sekolah terpilih yang menjadi sasaran program TANI MAS adalah MA Pondok Pesantren Kemuja dan SMAN I Koba sebagai sekolah percontohan.

Tujuan digelarnya program TANI MAS masih menurut Damiri dikarenakan generasi muda kita yang sudah tidak mau lagi jadi petani. Menjadi petani dianggap gengsi dan tidak prestise. Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi, menyampaikan ketika kemarin beliau berkunjung ke SMKN I Pertanian dan bertanya kepada siswa siswinya ingin menjadi apa. Jawaban salah satu siswa justru ingin menjadi polisi yang kontra dengan jurusan sekolahnya, yakni sekolah pertanian. Hal ini menunjukkan rendahnya minat generasi muda saat ini dalam meregenerasi petani.

Pada akhir acara, dipaparkan materi terkait program TANI MAS dengan nara sumber dari tim BPTP (Balai Pengembangan Teknologi Pertanian). Materi dikemas secara apik dengan pemahaman asiknya menjadi petani dan ditutup dengan sesi tanya jawab.

Sumber: 
Dinas Pangan Babel
Penulis: 
Dini