STKIP Ingin Menjadi Universitas Muhammadiyah

Pangkalpinang – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Bangka Belitung ingin menjelma menjadi Universitas Muhammadiyah di Negeri Serumpun Sebalai ini. Selain mempersiapkan sarana dan prasarana pendidikan, saat ini sedang berupaya menambah jurusan pendidikan. Sekarang hanya ada dua studi yakni, pendidikan olahraga dan pendidikan guru SD. Namun ke depan akan ditambah menjadi delapan jurusan.

Fadillah Sabri BPH Ketua BPH STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung mengatakan, sekolah ini sudah berdiri sejak tahun 2011. Direncanakan bangunan rektorat STKIP ini berlantai IV, namun hal tersebut belum bisa direalisasikan. Untuk itu sangat diharapkan peran dari kader Muhammadyah untuk menyumbangkan rezeki demi terealisasi pembangunan gedung hingga berlantai IV. Kendati demikian, setelah diresmikan, satu lantai yang ada saat ini sudah dapat digunakan.

Tahun ini, jelasnya, akan ada penambahan menjadi delapan bidang studi. Hal tersebut merupakan langkah mewujudkan STKIP menjadi Universitas Muhammadyah Bangka Belitung. Sehingga ke depan bisa bermitra Universitas Bangka Belitung. Namun untuk merealisasikan keinginan itu, tentunya tak lepas dan membutuhkan dari bantuan berbagai pihak.

“Saya yakin, dengan rasa kebersamaan bisa merealisasikan pembangunan gedung tersebut. Sebab, mewakafkan harta untuk kepentingan Muhammadyah tidak akan rugi. Sementara ini sudah ada jurusan pendidikan olahraga dan pendidikan guru SD, dan masyarakat cukup antusias untuk masuk ke sekolah ini,” ungkapnya saat acara peresmian Gedung Rektorat dan SD STKIP Muhammadiyah Bangka Belitung, Rabu (10/8/2016).

Saat peresmian gedung dilakukan penandatanganan prasasti oleh Zulkifli Hasan Ketua DPR RI bersama Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Selain itu tampak Muhammad Busyro Muqoddas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2010-2011 yang juga merupakan sesepuh organisasi Islam Muhammadiyah.

Kamarudin AK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bangka Belitung mengharapkan agar sekolah tersebut mempunyai kiprah besar dalam mempersiapkan generasi islami. Selain membangun fasilitas pendidikan, selanjutnya sedang merencanakan untuk melakukan pembangunan rumah sakit Muhammadiyah di Bangka Belitung.

“Ini merupakan ladang amal bagi kita. Semoga kita bisa kembali kepada Allah dalam hati yang bersih. Sebab jika sudah hari kiamat kelak, sudah tidak ada lagi yang dapat memberi manfaat, baik harta, jabatan dan anak sudah tidak dapat kita banggakan. Kecuali kita menghadap Allah dengan hati yang bersih,” ungkapnya.

Sementara Syahruddin Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, hal ini menunjukan terjadi peningkatan fasilitas pendidikan. Selanjutnya meningkatkan kinerja, pengabdian dan kontribusi di bidang pendidikan. Waktu terus berputar, negara ini melakukan berbagai upaya untuk mengisi kemerdekaan. STKIP Muhammadiyah ini harus dapat memberikan sumbangsih bagi bangsa dan negara.

Langkah yang dapat dilakukan yakni, memberikan pendidikan terbaik, melakukan penelitian dan pengembangan atau pengabdian kepada masyarakat. Sekda menyarankan agar meningkatkan upaya tersebut, sehingga dapat memberikan dampak nyata dengan melahirkan putra dan putri bangsa mempunyai daya saing tinggi. Ini merupakan salah satu bentuk pembangunan partisipasi masyarakat.

“Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk gerakan yang dapat dirasakan langsung. Saya yakin, civitas akademika dapat melaksanakan tugas-tugas itu. Mengenai universitas yang akan didirikan nanti, semoga menjadi impian masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jaga bangunan ini agar dapat memberikan manfaat yang maksimal,” jelasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra