Strategikan Pencitraan Lewat Tulisan Profil

Pangkalpinang – Banyak cara dapat dilakukan pranata humas (Pramas) di lingkungan pemerintah membangun citra. Salah satu cara yakni, membuat tulisan profil manusia maupun program andalan yang berdampak positif terhadap kehidupan masyarakat. Sehingga pembaca profil tersebut menjadi terinspirasi.

Teguh Puradisatra Managing Editor Majalah Swa menjelaskan, membuat tulisan profil harus memuat unsur 5W+1H (what, when, where, who, why dan how). Selain itu, profil yang dibuat hendaknya mengandung keunikan, dapat membangkitkan keingintahuan khalayak serta mempunyai implikasi bagi khalayak. Sebab jika mengangkat sesuatu yang bagus berdampak terhadap pembentukan citra baik.

“Pejabat yang mempunyai pemikiran visioner dapat diangkat atau dibuatkan profil, diharapkan visinya dapat membuat kehidupan orang lain menjadi lebih baik,” kata Teguh saat Workshop SDM Pranata Humas dan Humas Pemerintah se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Hotel Grand Mutiara, Pangkalpinang, Rabu (3/6/2015).

Salah satu tujuan membuat profil yaitu membuat pembaca menjadi terinspirasi. Ia menambahkan, sebab melalui tulisan profil dapat membuat orang yang tidak terkenal menjadi terkenal. Karena penulisan profil bukan hanya untuk orang-orang terkenal saja. Kendati demikian penulisan profil seseorang hanya mengungkapkan fakta-fakta dari suatu peristiwa.

“Kalaupun ingin membuat profil manusia, tak harus pejabat. Sebab bisa saja orang kecil tukang sapu jalan, penjaga sekolah, satpam yang berdedikasi diangkat dalam tulisan profil,” ungkapnya.

Perlu beberapa trik bagi pranata humas agar tulisan profil dimuat di media massa. Ia menjelaskan, pranata humas bisa melibatkan insan media dalam pembuatan profil tersebut. Selain itu, hendaknya pembuatan tulisan jangan dalam bentuk berita. Sebab jika tulisan berbentuk berita akan lebih mudah basi atau tidak bertahan lama.

“Buatlah feature rilis, sebab tulisan ini lebih bertahan lama. Ada kemungkinan tulisan seperti ini dimuat media massa. Minimal ketika media massa tersebut kekurangan tulisan,” sarannya.

Saat ini pembuatan biografi dan otobiografi semakin marak, baik dimuat media massa maupun dibuat sendiri. Menurutnya, dikarenakan biografi dan otobiografi menginspirasi. Tulisan yang ditampilkan merupakan orang-orang berhasil, namum tetap berpenampilan rendah hati. Tulisan ini merupakan apresiasi, pewarisan nilai budaya, sharing best practices dan menjadi catatan sejarah.

“Selain itu dapat membangun personal branding, pencitraan, meluruskan informasi, menyampaikan versi lain dan masih banyak hal lain,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari