Tajuddin dan Rivai ‘Tukar’ Jabatan

Pangkalpinang – Tajuddin dan Rivai ‘tukar’ jabatan. Tajuddin yang semula menjabat Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Bangka Belitung kini mengisi posisi Staf Ahli Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup yang sebelumnya ditempati Rivai. Sedikitnya empat eselon II dilantik Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (20/9/2016).

Sedangkan dua posisi lainnya yaitu, Hardi harus meninggalkan jabatan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan kini dipercaya menjadi orang nomor satu di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sementara posisi yang ditinggalkan Hardi diisi Rahmadi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Biro Kesra.

Saat pelantikan, Gubernur mengatakan, pengangkatan jabatan pimpinan tinggi pratama bukanlah mudah dan sederhana. Berlakukannya Undang-Undang No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengharuskan pengangkatan jabatan pimpinan tinggi berdasarkan System Merit. Hal ini dikuatkan aturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Informasi Birokrasi RI.

“Ada aturan MenPAN dan Informasi Birokrasi RI Nomor 13 Tahun 2014 tentang tata cara pengisian jabatan pimpinan tertinggi secara terbuka di lingkungan instansi pemerintah. Pengisian jabatan pimpinan tinggi harus dilaksanakan melalui seleksi,” tegasnya di ruang pertemuan Pantai Pasir Padi, Lantai III Kantor Gubernur, Selasa (20/9/2016).

Pelantikan empat pimpinan tinggi pratama disaksikan Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sahirman Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda. Sebelumnya Gubernur melalui Badan Kepegawaian Daerah mengirimkan beberapa pejabat untuk menjalani assessment di Badan Pendidikan dan Pelatihan Provinsi Jawa Timur.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur kinerja pejabat saat ini dan akan datang guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Lebih jauh Gubernur menjelaskan, sejak Januari 2016 jabatan kepala Dinas Kelautan dan Perikanan mengalami kekosongan. Kondisi tersebut menimbulkan beberapa permasalahan berkaitan dengan pengambilan keputusan kebijakan.

"Saya tidak ingin membiarkan itu berlarut-larut dan segera mengisi kekosongan. Pejabat yang dilantik harus terus bersinergi dengan instansi pemerintah maupun non pemerintah. Berpikir visioner dan inovatif mengintergrasikan ke dalam pembangunan yang terpadu serta berkelanjutan,” harapnya. 

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Evani
Fotografer: 
Suci Lestari
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra