TaNi MaS, Cikal Bakal Petani Milenial

Koba – Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kembali menggelar Sosialisasi TaNi MaS (Pertanian Masuk Sekolah), Rabu (11/12/12). Kegiatan ini berlangsung di SMAN I Koba Kabupaten Bangka Tengah sebagai salah satu sekolah terpilih. Turut hadir dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pangan Provinsi, Kepala Dinas Pangan Kabupaten Bangka Tengah, BPTP Provinsi, serta Kepala Sekolah SMAN I Koba.

Acara yang juga dihadiri oleh perwakilan siswa siswi SMAN I Koba kelas 10 dan 11, yakni lima orang dari tiap kelas dengan total 14 kelas, berlangsung tertib. Kepala sekolah, Yunisfu, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur bahwa program TaNi MaS ini termasuk ke dalam materi pelajaran yang ada di sekolah yaitu materi pelajaran prakarya dan kewirausahaan.

Empat aspek yang termasuk dalam pendidikan kewirausahaan diantaranya adalah aspek budidaya, pengolahan, kerajinan, dan rekayasa. Dua aspek yang dapat langsung masuk kedalam semester ini adalah budidaya tanaman pangan dan pengolahan hasil tanaman pangan. Yunisfu berharap agar pihak sekolah khususnya guru-guru untuk terus berkoodinasi perihal TaNi MaS dengan pihak terkait yakni Dinas Pangan Kabupaten dan Provinsi.

Di saat yang sama, Plt. Kepala Dinas Kabupaten Bangka Tengah, Edi Ramhoni, mengatakan bahwa program TaNi MaS ini merupakan program 100 hari Bapak Menteri Pertanian dalam waktu yang relatif singkat. “Dengan adanya program Pak Menteri ini, adik-adik tidak usah lagi ke Dinas Pangan, semua sudah ada di sini. Bahkan, kalau bisa sekolah lain kita ajak kesini. Karena ilmu ini harus sampai juga kepada yang lain,” tutur Ramhoni. 

“Jadi, sasaran kita sekarang ada gabungan dari kelompok tani (Gapoktan), kemudian kelompok wanita tani yang adalah ibu-ibu PKK. Kemudian ada lagi petani milenial, yah itu, adik-adik ini. Tahun depan Bangka Tengah akan mengirim tiga petani milenial ke Jepang, dan tiga lagi ke Thailand. Jadi, adik-adik sekolah dulu, jangan malas-malasan, persaingan semakin ketat,” lanjut Ramhoni menyemangati anak-anak SMAN I Koba.

Turut memberikan sambutannya, Kepala Dinas Pangan Provinsi, Damiri, yang menjelaskan keinginan Bapak Menteri Pertanian menyasar petani milenial. Sebagai contoh, bagaimana menghasilkan buah labu yang sangat besar sehingga tidak bisa diangkat oleh tiga orang dewasa.

“Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat inovasi dan teknologi masa kini. Disamping inovasi, penanaman bibit juga ada nilai estetika. Yaitu bagaimana menanam bibit sehingga terlihat indah dan bisa dijadikan wisata sekolah. Disamping itu, nilai pada pengolahan hasil. Yakni pengolahan bibit jagung dan kacang yang telah ditanam. Misalnya, hasil dari jagung yang kemudian diolah menjadi jus atau penganan kecil dan diberi kemasan. Mungkin dengan memberi label produk sekolah.

Jadi disini tidak hanya menanam saja, tapi bisa menjadi nilai tambah. Disinilah dibutuhkan peran pemuda sebagai pelaku usaha dan akhirnya akan membuka peluang kerja. Orang-orang akan cenderung kepada pertanian,” papar Damiri.

Paparan materi TaNi MaS oleh tim BPTP ditutup dengan sesi tanya jawab dari para siswa siswi SMAN I Koba.

Sumber: 
Dinas Pangan Babel
Penulis: 
Dini