Terima Kunjungan Direktorat P2PTM, Babel Siap Fokuskan Diri Tangani Penyakit Tidak Menular

PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah menerima kedatangan Tim Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) dari Kementerian Kesehatan RI di ruang kerjanya untuk beraudiensi terkait penanganan penyakit tersebut, Rabu (16/12/20).

Wagub Abdul Fatah menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Pemprov. Babel sehingga permasalahan penyakit tidak menular dapat diatasi sejak dini dengan harapan masyarakat yang menderita penyakit tidak menular dapat segera diatasi dan tidak tertular Covid-19.

Penanganan penyakit tidak menular di Babel selama ini sudah dilakukan pihak kesehatan dimulai dari Posbindu PTM, lansia, program di lingkungan ASN, dan screening dan di lingkungan anak-anak sekolah. 

"Data tercatat 13 Desember 2020 seluruh kasus yang terjadi di Babel sesuai umur 14-44 tahun sebanyak 743 orang, usia 45-55 tahun 171 orang, hipertensi 35 orang, diabetes 17 orang, dan meninggal 20 orang di antara akibat Covid," ungkap Wagub Abdul Fatah.

Direktur P2PTM Cut Putri Andriani menuturkan, tujuan kunjungan ini adalah untuk mengadvokasi dan mengaudiensi Kepala Daerah Prov. Kepulauan Babel yaitu gubernur dan wakil gubernur karena, Babel merupakan salah satu provinsi dari 13 provinsi yang masih tinggi angka pengorbit penyakit penyerta Covid-19 .

"Kita inginkan daerah tinggi penyakit penyerta ini seperti hipertensi, diabetes, jantung, kanker, struk, gagal ginjal, dsb ini bisa memberikan perhatian untuk pencegahan dan pengendalian," ujarnya. 

Oleh sebab itu, pemerintah pusat berupaya memberikan perhatian khusus bagi daerah dengan angka penyakit penyerta yang tinggi. 

Pencegahan akan dilakukan dengan fokus kepada faktor risiko orang yang masih sehat, orang yang mengonsumsi gula dan makanan lemak berlebihan, malas bergerak, masih merokok, dan obesitas dengan harapan agar bisa berubah perilakunya. Karena, dari pandemi ini yang dibutuhkan imunitas tubuh.

Untuk penyandang penyakit PTM, dianjurkan harus minum obat sesuai anjuran dokter dan rajin untuk diperiksa supaya terhindar dari infeksi Covid-19.

Oleh sebab itu, masyarakat yang menderita penyakit tidak menular harus dikawal, sampai mereka merubah perilakunya. 

"Itulah tujuan kami beraudiensi dengan wagub, tetap melakukan screening, agar pemerintah terus terutama dinkes melakukan promosi kesehatan, memberikan informasi edukasi kepada masyarakat, melakukan screening deteksi dini berkala, supaya masyarakat tahu dirinya beresiko dirinya sudah menjadi penyandang atau tidak walau pun seseorang itu tanpa tanda dan gejala," ungkapnya.

Direktur P2PTM Cut Putri Andriani berpesan kepada masyarakat agar selalu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui tekanan darah, gula darah, indeks masa tubuh, dan merubah perilaku hidup sehat serta selalu menerapkan gerakan 3M yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Wagub Abdul Fatah, Direktur P2PTM Cut Putri Andriani bersama jajarannya, serta Kadis Kesehatan Babel, Mulyono dan stafnya. 
 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Hasan. A. M
Fotografer: 
Umar
Editor: 
Listya Anindita