Timah Pengaruhi Nilai Ekspor Babel

Pangkalpinang - Nilai ekspor Provinsi Kep. Bangka Belitung pada bulan Agustus 2015 sebesar US $ 18,39 juta menurun drastis hingga 82,18 persen dibanding nilai ekspor bulan Juli 2015 yang mencapai US $ 103,19 juta, hal ini disampaikan ketua BPS Provinsi Babel Herum Fajarwati ketika menyampaikan Berita resmi di kantor BPS Provinsi di Pangkalpinang, Selasa (15/09/2015).

"Penurunan nilai ekspor ini disebabkan pada bulan Agustus 2015 hanya terdapat ekspor non timah," kata Herum.

Lebih jauh Herum mengatakan komoditi utama ekspor non timah terbesar Prov. Babel pada bulan Januri hingga Agustus 2015 berdasarkan kode Harmonized System (HS) 2 digit adalah golongan minyak atau lemak hewani dan nabati yaitu sebesar US $ 100,20 juta, diikuti golongan kopi, teh dan rempah-rempah sebesar US $ 29,68 juta, ikan dan hasil olahan sebesar US $ 3,58 juta, berbagai produk kimia US $ 2,80 juta dan yang terakhir adalah golongan karet dan barang-barang dari karet US $ 2,22 juta.

"Untuk ekspor nontimah terbesar selama bulan Agustus 2015 yakni kepakistan yang mencapai US $ 10,61 juta dengan komoditi ekspor terbesar adalah crued palm oil, sedangkan untuk posisi kedua ditempati oleh negara Singapura yang mencapai nilai US $ 3,49 juta dengan komuditi ekspor terbesar lada putih, selanjutnya diikuti belanda US $ 1,20 juta dengan komuditas CPO," ungkapnya.

Pada bulan Agustus 2015 tidak ada ekspor timah ungkap Herum, lebih jauh ia menjelaskan hal ini dikarenakan diberlakukannya ketentuan ekspor timah terbaru yaitu Permendag No. 33 Tahun 2015 sejak 1 Agustus 2015 yang berisi bahwa timah yang boleh di ekspor hanya dari 3 macam kelompok seperti timah murni, timah solder dan barang lainnya dari timah.

Sedangkan mengenai perkembangan Impor, Herum menjelaskan untuk nilai Impor Prov. Babel pada bulan Agustus 2015 tercatat pada  US $ 8,64 juta, meningkat tajam dibandingkan bulan Juli 2015 sebesar 850 persen yakni dari US $ 0,91 juta menjadi US $ 8,64 juta.

"Kenaikan impor ini disebabkan karena pada bulan Agustus adanya impor migas yang sangat besar yaitu sebesar 682,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan sudah adanya impor non migas sebesar US $ 1,53 juta," jelas Herum.

Selain itu Herum juga mengatakan impor nonmigas menurut golongan barang HS 2 digit pada bulan Agustus yakni pertama mesein-mesin/pesawat mekanik, dilanjutkan kapal laut dan bangunan terapung, pupuk, mesin/ peralatan listrik, benda-benda dari besi dan baja dan terakhir karet dan barang-barang dari karet.

"Menurut enam golongan barang impor non migas periode Januari hingga Agustus 2015 terbesar adalah golongan mesin/pesawat mekanik sebesar US $ 4,99 juta," ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Chandra
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Surianto