TINGKATKAN KAPASITAS SDM PELAYANAN PENANGANAN KORBAN KEKERASAN, DP3ACSKB GELAR PENGUATAN PEMBINAAN DAN PELAYANAN KORBAN KEKERASAN

PANGKALPINANG-- Guna meningkatkan kapasitas SDM disetiap lembaga layanan penanganan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak,  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Penguatan Pembinaan dan Pelayanan Korban Kekerasan. 

Kepala DP3ACSKB Babel Susanti menuturkan bahwa saat ini masih banyak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi disekitar kita seperti kekerasan fisik, psikis, penelantaran dan kekerasan seksual. 

"Berdasarkan data sistem Informasi Online (SIMFONI)  tahun 2018 terdapat 160 kasus kekerasan perempuan dan anak di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dialami anak-anak seperti pelecehan seksual dan penelantaran dalam keluarga, kasus yang dialami oleh perempuan kebanyakan yaitu Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT),"jelasnya.  

Susanti juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melakukan berbagai upaya dan kebijakan guna mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

"Langkah yang dilakukan adalah langkah yang komprehensif dan berkoordinasi dengan Dinas PPPA Kabupaten/Kota dan beberapa instansi vertikal seperti Polda,  Kejaksaan dan Pengadilan. 

Kasus kekerasan ini seperti fenomena gunung es, yang dilaporkan hanya sedikit, namun yang tidak terdata dan dilaporkan banyak.

"Data terkini dari UPTD kami, kasus kekerasan perempuan dan anak cenderung meningkat yakni di Kabupaten Belitung,  Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Tengah, dan inilah yang mengharuskan kita makin berbenah diri meningkatkan upaya kita baik dari segi pencegahan maupun pelayanan terhadap korban,"tegasnya.

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisya Ayu