Tingkatkan Kemampuan Tempur Anggota TNI

Bangka Tengah – Pembinaan satuan difokuskan pada latihan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit baik secara perorangan maupun dalam hubungan satuan. Khusus satuan tempur dan satuan bantuan tempur meningkatkan kemampuan menembak dan kemampuan bela diri militer Yong Moodo.

Demikian amanat Mayjen TNI Iskandar M Sahil Panglima Kodam II/Sriwijaya yang dibacakan Letkol Inf Eko Prayitno Kepala Staf Korem 045/Garuda Jaya saat bertindak sebagai Inspektur upacara bendera 17 an/bulanan di lapangan upacara Makorem, Rabu (17/6/2015).

Bertindak sebagai Komandan Upacara Mayor Inf Basid, Perwira Upacara Lettu Cba Sugiono, Pembaca UUD 1945 Serka Agus dan Pengucap Sapta Marga Sertu Syailendara. Sedangkan Pengucap Panca Prasetia Korps Pegawai Republik Indonesia PNS Bayu dan Petugas Pengibar Bendera anggota Provost Korem 045/Gaya.

Peserta upacara kali ini terdiri dari, 250 prajurit dan PNS dari satuan Korem 045/Gaya, Kodim 0413/Bangka dan satuan Balakrem. Ia mengatakan, upacara bendera merupakan bentuk penghormatan kepada sang Merah Putih, lambang kebesaran dan kedaulatan negara.

Menurutnya, ini juga merupakan salah satu perwujudan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air. Makna dan hakikat terkandung dalam upacara bendera ini sebagai upaya mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas kinerja.

“Meningkatkan etos kerja dan semangat pengabdian kepada masyarakat bangsa dan negara,” tegasnya.

Tahun 2015 ditetapkan Kepala Staf Angkatan Darat sebagai tahun konsolidasi secara menyeluruh di satuan jajaran TNI AD, termasuk Kodam II/Sriwijaya dengan kegiatan pembinaan satuan dan keluar serbuan teritorial.

Lebih jauh ia mengatakan, setiap pimpinan/komandan satuan harus lebih peduli terhadap satuan. Selain itu harus mengetahui secara pasti siapa, bagaimana kondisi satuan dan mengetahui kemampuan serta batas kemampuan satuan. Pembinaan satuan merupakan tugas dan tanggung jawab setiap pimpinan/komandan satuan.

Baik buruknya satuan, profesional tidaknya prajurit, jelasnya, sangat ditentukan pimpinan dalam melaksanakan pembinaan satuan. Untuk itu, pembinaan satuan harus dilaksanakan secara terus menerus, benar, terukur dan terarah. Sehingga seluruh prajurit menjadi profesional dan selalu siap operasional melaksanakan tugas.

“Termasuk dalam penegakan aturan hukum, disiplin dan tata tertib,” jelasnya.

Sumber: 
Penrem 045/Gaya
Penulis: 
Kapten Inf Yuliansa Fitra
Fotografer: 
Penrem 045/Gaya
Editor: 
Huzari