Tingkatkan Sinergitas, Disbudpar Gelar Workshop Sadar Wisata

Pangkalpinang. Dalam rangka meningkatkan sinergitas pembangunan kepariwisataan Kepulauan Bangka Belitung berbasis pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov. Bangka Belitung menggelar Workshop Pembinaan Sadar Wisata, Selasa (1/10) di Hotel Novotel. Hadir pada kegiatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov.Babel, Karo SDM Polda Bangka Belitung, dan 50 orang peserta dari perwakilan Dinas Pariwisata dari kabupaten/kota, pelaku usaha pariwisata, dan komunitas. 

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dalam hal ini diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yanuar menyampaikan bahwa pembangunan pariwisata memerlukan dukungan dari berbagai sektor.

“ Pembangunan dan pengembangan pariwisata tidak dapat terlepas dari sinergitas dengan sektor terkait lainnya. Koordinasi menjadi instrument yang sangat penting agar seluruh kelengkapan destinasi pariwisata terbangun secara terkoordinatif dan sistematis terutama dalam membangun dan menggerakkan fungsi ekosistem kepariwisataan daerah yang berkesinambungan” ujar Yanuar.
Pada kesempatan yang sama narasumber, Rina Fitriana mengutarakan bahwa terdapat unsur pentahelix penentu suksesnya pariwisata. Adapun unsur tersebut meliputi unsur akademik, bisnis, komunitas, pemerintah dan media.

“ Kepariwisataan mencakup semua elemen, multidimensi serta multidisiplin. Sehingga dapat kita katakan Everything is tourism, tourism is everything. Yang pada akhirnya kepariwisataan muncul sebagai wujud dari kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah dan pelaku usaha yang mendatangkan kesejahteraan” ujar Rina

Lebih jauh lagi Rina mengatakan perubahan perilaku wisatawan saat ini menuntut peran aktif masyarakat khususnya dalam menciptakan iklim yang kondusif yang mampu mendorong tumbuh kembangnya kepariwisataan di suatu wilayah.

“ Pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan merupakan tantangan bagi kita, karena untuk mengubah pola pikir masyarakat tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Kita tidak hanya membangun infrastruktur tetapi saat ini bagaimana membangun kesadaran masyarakat di sektor pariwisata” lanjut Rina.

Menurutnya iklim kondusif dapat diwujudkan melalui partisipasi masyarakat yang dapat dijabarkan dalam dua hal yakni masyarakat di beri pemahaman menjadi seorang host (tuan rumah) dan menjadi seorang guest (tamu).

“ Pemahaman masyarakat diharapkan dapat menerapkan Sapta Pesona  dalam kehidupan sehari-hari serta dapat meningkatkan mutu produk dan pelayanannya. Untuk itu masyarakat perlu diberikan wadah dan pengarahan sehingga dapat memahami bagaimana pentingnya arti dan manfaat dari kegiatan kepariwisataan” ujar Rina.

Sumber: 
Disbudpar Babel
Penulis: 
Imelda