Tips Perempuan Kuat Dengan Bangun Konsep Diri Positif Ala Ketua TP PKK Melati Erzaldi

PANGKALPINANG - Ketua TP PKK Prov. Kepulauan Babel, Melati Erzaldi menjadi salah satu narasumber dalam webinar yang diselenggarakan oleh DP3ACSKB Prov. Kepulauan Babel, Rabu siang (15/7/20) melalui aplikasi zoom. 

Webinar yang dimoderatori oleh Kepala DP3ACSKB Prov. Kepulauan Babel, Susanti, mengangkat tema 'Ibu yang Kuat, Imun Bagi Keluarga'. Sebanyak kurang lebih 150 partisipan yang merupakan anggota dan pengurus berbagai organisasi wanita di Bangka Belitung mengikuti webinar ini

Dalam paparannya, Ibu Melati Erzaldi memberikan banyak tips menjadi perempuan kuat dengan membangun konsep diri positif. Menurutnya, hal paling mendasar dan pertama yang harus dilakukan adalah kita harus bahagia dan bisa menerima kondisi diri kita sendiri. Kunci kebahagiaan kehidupan adalah 'Happy wife is happy life'. 

"Menjadi happy dengan versi kita masing-masing, karena versi happy setiap orang itu berbeda-beda. Contohnya, happy bagi saya adalah ketika saya bisa bercerita dan ngobrol dengan anak-anak saya panjang lebar," ujarnya. 

Selain itu juga, beberapa poin dalam menerima kondisi diri kita ditandai dengan mudah bergaul dengan orang lain, terbuka untuk dicintai, mampu menjadi diri sendiri yang sejati, mampu menerima diri saat ini, dapat mentertawai diri sendiri dengan mudah artinya sadar dan menerima kekurangan diri dengan santai dan berpikiran terbuka, mampu mengenali dan mengurusi kebutuhan sendiri. 

"Terutama sebagai ibu, jika fokus mengurus anak dan suami, terkadang sampai lupa kebutuhan diri sendiri, padahal penting sekali untuk mengenali  kebutuhan diri. Kalau bahasa kekiniannya 'me time', kalau saya 'me time' nya dengan bertafakur, berpikir hal-hal yang sudah terjadi dan instropeksi diri," terangnya.

Ibu Melati juga menegaskan bahwa seorang ibu merupakan tokoh sentral dalam keluarga, role model, stabilizer, motivator, pencerah bagi keluarga. Ibu memiliki peran penting, ibu juga harus bisa multitasking, berperan ganda, dan kita harus berbangga menjadi seorang ibu. Jika kita membuat diri kita bahagia maka kita akan menularkan kebahagian itu kepada orang di sekitar kita.

Ibu Melati juga mengatakan bahwa dalam mendidik anak harus demokratis. Ibu juga harus senantiasa berolahraga supaya sehat, efeknya meningkatkan hormon endorfin yang dikenal sebagai hormon kebahagiaan. Selain itu, perempuan juga harus mengerti pekerjaan suami.

"Perempuan kadang mempunyai stigma bahwa perempuan hanya mengurus urusan perempuan saja. Padahal kalau kita ingin dianggap sebagai partner yang sejajar kita harus mengerti tentang pekerjaan suami agar bisa nyambung ketika suami mengajak istri bertukar pikiran. Namun bukan berarti 'kepo' dengan pekerjaan suami ya," ungkapnya.

Hal yang tak kalah penting yang dijelaskan oleh Ibu Melati bahwa, yang diperlukan pada situasi pandemi saat ini yaitu 3i, iman, ilmu dan imun.

"Ketika dihadapkan ujian salah satu putri saya positif Covid-19, ini cobaan luar biasa. Tapi kita sebagai ibu harus bisa menjadi stabilizer ketika sekeluarga menjadi heboh, ibu harus mampu menstabilkan keluarga pada kondisi seperti ini," ujarnya.

Ibu Melati menegaskan pentingnya mengedepankan iman, karena sehebat apapun ikhtiar yang dilakukan guna menghindari Covid-19, semua ketetapan berada di tangan Allah. 

"Kalau tak punya iman, kita akan mencari dari mana virus ini asalnya, padahal anggota keluarga lain negatif. Tapi jika kita mengedepankan iman biar kalbu bicara, insyaAllah kita bisa menerima ketetapan Allah. Ilmu, jika kita tak punya ilmu, berita hoaks akan dipercayai. Ketiga, imun penting, jasmani rohani sehat fisik dan psikis dengan rutin konsumsi vitamin, berjemur, memperkaya imunitas psikis dengan berpikir positif akan meningkatkan imunitas kita," pungkasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Lisia Ayu
Fotografer: 
Iyas Zi
Editor: 
Listya