Toni : Hak Anak Dapatkan Derajat Kesehatan Tertinggi

Pangkalpinang-- DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memfasilitasi kegiatan Sosialisasi ASI Eksklusif, Gizi Seimbang dan Pembatasan Gula Garam Lemak (GGL) bagi Keluarga sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) Kamis (21/2/2019). Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) RI ini bertempat di Hotel Novotel Bangka Tengah ini dibuka oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Toni Batubara yang mewakili Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 
 
"Mendapatkan derajat kesehatan tertinggi merupakan salah satu hak anak yang harus dipenuhi agar anak mampu tumbuh dan berkembang dengan baik dan keluarga merupakan ujung tombak dalam pemenuhan hak kesehatan dan kesejahteraan anak seperti pemberian ASI eksklusif, gizi seimbang dan pembatasan gula garam lemak," jelas Toni.
 
Toni juga mengungkapkan pemerintah mendorong upaya percepatan pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan ini melalui kegiatan sosialisasi ini. Toni berharap peserta sosialisasi ini bisa menyebarluaskan pentingnya ASI eksklusif, gizi seimbang dan pembatasan garam gula lemak kepada keluarga, masyarakat sekitar maupun lingkungan kerja dan Toni  juga mengucapkan terimakasih kepada KPPPA yang telah memilih Bangka Belitung sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan sosialisasi ini. 
 
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Kesehatan dan Kesejahteraan, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA RI Hendra Jamal dan narasumber dari Kementerian Kesehatan RI.
 
" Hak anak mendapat kesehatan mulai dari dalam kandungan, karena jika  kurang gizi dari dalam kandungan hal itulah yang akan menyebabkan anak stunting,"ungkap Hendra.
 
Hendra juga menyebutkan pada Konvensi Hak Anak (KHA) dan berdasarkan Keppres 36/1990 negara berkewajiban memenuhi semua hak anak, melindungi semua anak, dan menghormati pandangan anak. Negara juga memiliki konsekuensi untuk membuat aturan hukum terkait anak, mensosialisasikan hak anak sampai ke anak dan membuat laporan berkala ke PBB. 
 
Kepala DP3ACSKB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti berharap ibu-ibu dan bapak-bapak yang menjadi peserta yang berjumlah kurang lebih 80 peserta ini bisa menjadi pelopor dan pelapor dan menyebarluaskan informasi yang didapat dari sosialisasi hari ini terutama tentang pentingnya memberikan ASI eksklusif dan gizi seimbang untuk anak.
 
"Saat ini kami mengupayakan untuk mendapat bantuan dari pusat berupa sarana dan prasarana untuk ruang ASI di setiap pelayanan publik seperti perkantoran, pasar, terminal dan pusat-pusat keramaian."
 
Menurut Susanti saat ini keberadaan ruang ASI memang belum maksimal, kita harus kerja keras mengupayakan ruang ASI yang nyaman untuk ibu-ibu menyusui bayi atau memerah ASI nya.
 
"Pemerintah akan mengupayakan membuat regulasi yang mewajibkan perkantoran dan ruang publik adanya penyediaan ruang ASI beserta sarana dan prasarana. "ASI itu lebih sehat dan bisa hemat, bayangkan kalau dengan susu formula kita bisa menghabiskan uang kurang lebih tiga juta sebulan untuk membeli susu formula dan tentu juga bisa membangun ikatan kasih yang lebih kuat antar ibu dan bayi," ujar Susanti. 
 
 
Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Lisia Ayu
Fotografer: 
Azmi
Editor: 
Fitra