UMKM Ujung Tombak Ekonomi Babel

Pangkalpinang – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi ujung tombak perekonomian di Bangka Belitung (Babel). Pelaku UMKM diharapkan dapat menggali potensi daerah dan mampu bersaing dengan usaha lebih besar. Untuk itu produk yang dihasilkan harus berkualitas, sehingga diminati konsumen. Terutama menghadapi masyarakat ekonomi asean (MEA) dan kunjungan wisatawan ke Babel. Pasalnya Bangka Belitung sudah menjadi destinasi wisata nasional.

Rustam Effendi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menegaskan, keberadaan UMKM sangat mendukung pergerakan perekonomian di Indonesia dan khususnya di Bangka Belitung. Hal ini telah terbukti bagaimana kuatnya sektor UMKM menghadapi krisis ekonomi tahun 2008 lalu. Banyak usaha-usaha berskala besar tidak mampu bertahan menghadapi krisis, lain halnya dengan UMKM yang dapat terus menjalani usaha kendati dilanda krisis ekonomi.

“Keberadaan UMKM menjadi perhatian pemerintahan Jokowi dengan masuknya sektor ini dalam nawacita. Pemerintah memberikan bantuan dana bergulir untuk pengembangan sektor ini,” jelasnya saat membuka Pelatihan Kewirausahaan Angkatan I dan II, di Balai Latihan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (28/3/2016).

Namun untuk mengembangkan sektor ini, jelas Gubernur, harus melibatkan segala sektor dan membutuhkan partisipasi semua komponen. Sektor ini hendaknya menjadi sektor pendapatan untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata. Sehingga wisatawan dapat berbelanja produk UMKM sebagai buah tangan.

Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan pelatihan ini. Sejumlah peserta tersebut berasal dari tujuh kabupaten/kota se Bangka Belitung. Melalui kegiatan pelatihan diharapkan dapat memicu perkembangan sektor UMKM dalam menyongsong MEA. Selain membuka kegiatan pelatihan, Gubernur juga menyempatkan diri meresmikan penggunaan gedung Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelumnya Hasanudin Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, hingga saat ini terdapat sekitar 300 ribu UMKM se Babel. Untuk mengembangkan sektor ini harus didahului dengan investasi sumber daya manusia. Hal tersebut mutlak dan menjadi sesuatu yang penting, apalagi menghadapi masyarakat ekonomi asean. Pelatihan ini hendaknya dapat menumbuhkan daya saing dan inovasi bagi pelaku usaha menengah.

Berbagai upaya dilakukan pemerintah antara lain, mempermudah pengeluaran izin usaha. Ia menambahkan, tahun 2014 lalu telah terjadi pertumbuhan cukup signifikan terhadap sektor ini. Untuk itu, kebijakan lain perlu dilakukan untuk mempercepatan pengembangan sektor riil. Pemerintah berupaya mengarahkan pertumbuhan UMKM, sehingga pelaku usaha dapat selalu mengembangkan usaha. Karena di tingkat provinsi, Gubernur bertindak sebagai pelopor kemajuan sektor tersebut.

“Perlu melakukan percepatan pengembangan sektor riil. Upaya yang dilakukan yakni, investasi sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan izin usaha mikro dan menengah,” tegasnya. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra