Usia 14 Tahun KH. Ja'far Addari ke Mekkah Menuntut Ilmu

KH. JA'FAR ADDARI merupakan putra Bangka Selatan yang lahir di Desa Delas pada tanggal 2 Juni 1911. Ayahnya bernama H. Muhammad dan ibunya bernama Hj.  Husnah. Ia kemudian pindah ke Desa Air Gegas dan banyak berdakwah di desa tersebut. 

KH. Ja'far Addari merupakan sosok yang terlahir dari keluarga yang sangat agamais. Sejak kecil beliau begitu tekun belajar agama. Dan itulah yang membedakan dia dengan anak seusianya kala itu. 

Pelajaran agama juga banyak diperoleh almarhum  KH. Ja'far Addari di Tanah Suci Mekkah.  Pada tahun 1922, saat usia beliau 14 tahun, beliau menuju Mekkah dan bermukim di sana selama 13 tahun. Selama di Mekkah ia mendalami ilmu agamanya di sebuah madrasah yang bernama Darul Ulum.

Usai menuntut ilmu di Mekkah kemudian beliau pulang dan berdakwah di kampung halamannya. 
KH. Ja'far Addari juga pernah menjadi petugas Kantor Urusan Agama di Kecamatan Payung. Namun jabatan itu dilepaskannya karena ingin fokus di bidang dakwah. 

Dalam buku biografi "KH. Ja'far Addari Ulama Kharismatik dan Bersahaja" yang ditulis oleh Rusydi Sulaiman dan Amir Syuhada, KH. Ja'far Addari disebutkan sebagai sosok pribadi yang sangat kuat, memiliki integritas dan sentuhan kepribadiannya benar -benar menyentuh masyarakat sekitarnya. 
Selain memiliki kompetensi lisan dalam berdakwah,  sosok KH. Ja'far Addari juga memiliki kecakapan dalam menulis, sikap sangat tawadhu,  dan kharismatik. 

Selain itu, KH. Ja'far Addari juga dikenal sebagai ulama yang tidak hanya identik dengan kajian-kajian keagamaan, melainkan juga menggerakan masyarakat melakukan pemurnian agama,  merubah tradisi lama. Masyarakat yang  mulanya sangat yakin dengan keyakinan dan tradisi sebelumnya kemudian bergeser ke hal hal yang baru berkat gerakan dan semangat pembaharuan yang dilakukan oleh KH. Ja'far Addari.

"KH. Ja'far Addari adalah sosok ulama yang mendobrak peradaban.  Ia merubah kebiasan berdukun sejumah orang. Ia melarang orang menyemblih ayam itam di depan mimbar," kata Dr. Rusdi Sulaiman MA, yang juga dosen di IAIN Syeh Abdurahman Sidiq, di sela-sela peluncuran buku biografi "KH. Ja'far Addari di Masjid Roudhotussholin Desa Air Gegas, Senin (22/4/2019).

Erzaldi Rosman, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, yang memberi kata pengantar pada buku biografi "KH. Ja'far Addari Ulama Kharismatik dan Bersahaja" menulis KH. Ja'far Addari adalah sosok yang memiliki gairah yang kuat dalam menuntut ilmu agama.  Jika para hujjaaj kebanyakan terbiasa dengan pergi haji dan pulang serta berpikir untuk segera selametan haji, tidak bagi KH. Ja'far Addari. Ia belajar dengan tekun dengan ulama di Mekkah lalu pulang untuk memberikan ilmunya.

KH.  Ja'far Addari  meninggal dunia dunia pada tanggal 27 November 1994 di Semabung Kota Pangkalpinang. 

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Mamaq
Fotografer: 
Mamaq
Editor: 
Padli