Usia Tak Membatasi Semangat Revolusi Mental

Subang – Usia tak membatasi semangat peserta Diklat Revolusi Mental mengikuti kegiatan fisik dan menguji kecerdasan. Berlarian, sigap dan cekatan ditunjukan 62 peserta diklat ketika mengikuti outbound atau game di bawah pengawasan pelatih. Namun sayang, terdapat dua peserta tak dapat mengikuti kegiatan ini dikarenakan sakit.

Setiap kelompok mendapatkan syal dengan warna berbeda sebagai tanda pengenal kelompok. Sebanyak 62 peserta dibagi menjadi empat kelompok dengan rincian, satu kelompok terdiri dari 15 orang hingga 16 orang. Kelompok satu menggunakan syal kuning, kelompok dua warna orange, kelompok tiga menggunakan syal hijau, sedangkan kelompok empat syal berwarna biru.

Aipda M Harry Susanto Pelatih Outbound Karakter Bangsa Indonesia (KBI) menginstruksikan agar pemasangan syal dilakukan seperti memasang syal untuk kegiatan pramuka. Kemudian kelompok berlari menuju lapangan Gelora Pancasila untuk melanjutkan permainan.

Kelompok satu berada di bagian selatan, kelompok dua bagian barat, kelompok tiga bagian utara, sedangkan kelompok empat bagian timur. Setiap anggota kelompok harus berlindung di bawah pohon dari serangan udara dan darat dengan posisi tiarap.

"Satu pohon satu orang menghadap keluar, posisinya tiarap di tanah," tegas Harry, selasa (28/04/2015) di Lapangan gelora pancasila, kampus pembangunan karakter bangsa indonesia, subang jawa barat.

Jika terdengar ledakan, anggota kelompok harus berkumpul di titik tengah lapangan asal suara ledakan. Duaaarrrr... serentak  peserta yang semula tiarap  langsung menuju ke sumber suara ledakan untuk berkumpul ke titik suara. Kemudian peserta berbaris rapi, berjalan melanjutkan permainan.

"Persiapan duduk, kaki kanan menyila ke depan kaki kiri. Siap!!!” perintah Harry.

Kemudian peserta diklat mengikuti simulasi atau game. Setiap kelompok diwakili empat orang, dengan penuh semangat peserta mengikuti simulasi. Empat orang peserta yang mewakili kelompok mulai mengikuti simulasi dengan menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan pelatih.

Sekitar 15 pertanyaan diberikan pelatih kepada 16 peserta perwakilan tiap kelompok. Akibat salah menjawab, akhirnya satu per satu peserta keluar setelah dinyatakan kalah atau salah ketika menjawab pertanyaan pelatih.

Setelah berhasil menyisihkan 14 peserta lainnya, di sesi terakhir Noviar Ishak perwakilan kelompok satu ‘duel’ dengan Hasanuddin dari kelompok tiga. Pertanyaan terakhir yang disampaikan pelatih yaitu, jika warna biru dicampur warna merah, menghasilkan warna apa. Terdapat dua alternatif jawaban di antaranya, A. Ungu; B. Kuning.

Langsung sigap Noviar Ishak mengangkat papan dengan tertulis jawaban A, Ungu. Sedangkan Hasanuddin menuliskan jawaban B. Kuning. Kepiawaian Noviar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini dalam mencampur warna membuat pilihannya benar.

Kelompok satu diumumkan pelatih sebagai pemenang permainan. Suasana tegang saat menjawab pertanyaan pelatih langsung menjadi cair. Ungkapan kegembiraan kelompok satu disambut kelompok-kelompok lainnya dengan tepuk tangan dan ucapan selamat.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari