Wagub Abdul Fatah Ambil Sisi Positif Dari Pandemi Covid-19

PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah ingatkan bahwa masa ini adalah masa transformasi dari pola kehidupan konvensional menjadi pola kehidupan digitalisasi. Hal ini diungkapkan saat menjadi narasumber dalam webinar nasional 2020, dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (15/9/20).

Webinar yang bertema ‘Dampak Covid-19 serta Kebijakan New Normal Bagi Perekonomian dan Kesehatan Masyarakat Indonesia’ menghadirkan Wagub Abdul Fatah selaku Ketua PMI (Palang Merah Indonesia) Bangka Belitung dan Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla. 

Dikatakan oleh Wagub Abdul Fatah, dahsyatnya Covid-19 seperti mengajak para pemikir di dunia mencari cara untuk menanggulangi pandemi ini agar tertangani dengan baik. 

Berbagai program kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah, termasuk pembangunan daerah harus direfocusing dan direalokasi dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 agar segera berlalu. 

“Gambaran sepintas kondisi Covid-19 di Babel, terjadi dampak cukup luar biasa terutama perputaran ekonomi yang melambat,” ungkapnya.

Ekonomi di Babel juga sedikit melemah, bahkan angka penurunannya di Indonesia untuk kwartal kedua adalah minus 4,98 persen.

Akan tetapi, melalui webinar dengan peserta para mahasiswa Babel ini, Wagub Abdul Fatah menegaskan walaupun terjadi penurunan ekonomi, tetapi terdapat hal yang jauh lebih positif. “Terjadi transformasi dari pola kehidupan konvensional menjadi pola kehidupan digital, ini sangat positif,” tegasnya. 

Menurutnya, pemerintah tidak tinggal diam, di antaranya selalu menyosialisasikan mengenai kebijakan-kebijakan untuk masyarakat agar terhindar dari Covid-19. 

“Mari kita bersama mengatasi penyebaran dari virus corona yang dipercayakan kepada pemerintah dan dibantu kerja sama masyarakat untuk melakukan percepatan penanganan Covid-19,“ ujarnya. 

Selain itu, Wagub Abdul Fatah juga mengatakan, tugas masyarakat untuk lebih disiplin mematuhi peraturan, khususnya penggunaan masker, cuci tangan, jaga jarak, dan tidak berkerumun. 

“Istirahat yang cukup, vitamin cukup agar segera dapat berjalan seperti yang inginkan,” tambahnya. 

Pada kesempatan ini, Ketua PMI Pusat Jusuf Kalla juga mengatakan hal yang sama, melemahnya ekonomi Indonesia disebabkan berhentinya aktivitas masyarakat dalam arti tetap di rumah, sehingga banyak industri mati bahkan daya beli sangat turun. 

“Kita hanya dapat menunggu vaksin Covid-19 segera ditemukan. Dengan tetap menjalankan protokol Covid-19 sesuai aturan pemerintah,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Nona Dp
Fotografer: 
Rafiq
Editor: 
Listya