Wagub Abdul Fatah Tanggapi Laporan Terkait Akses Jembatan Emas

PANGKALPINANG – Ombudsman Republik Indonesia menyampaikan keluhan masyarakat mengenai jembatan emas kepada Wakil Gubernur Abdul Fatah, Rabu (23/9/20). Dikatakan bahwa jembatan tersebut jarang beroperasi sejak bulan Februari.

Jembatan emas dengan teknologi bascule atau yang lebih dikenal dengan sistem buka tutup sebagai ikon kebanggaan Babel mulai diresmikan pada tahun 2017, selain menjadi daya tarik wisata juga bertujuan untuk memudahkan arus barang dan jasa. 

Ombudsman menyampaikan bahwa, tidak beroperasinya jembatan emas membuat kenyamanan masyarakat akan kebutuhan akses menjadi terganggu. Atas dasar tersebut,  Ombudsman menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melalui jalur laporan inisiatif.

Menjawab keluhan masyarakat, Wakil Gubernur Abdul Fatah menyampaikan bahwa Pemprov. Bangka Belitung senantiasa memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Menjaga aksesibilitas diperlukan kerja sama dari kedua belah pihak. Jembatan menggunakan sistem buka tutup untuk akses masyarakat baik di darat dan laut untuk kapal sebagai arus barang dan jasa.

“Dalam pemenuhan aksesibilitas, pemerintah telah menyediakan sarana dan prasarana. Namun, masyarakat pun perlu memahami, dalam kondisi seperti apa jembatan dapat dilalui atau tidak dapat dilalui,” ungkapnya.

Untuk melihat jadwal jembatan dapat dilalui atau tidak, saat ini masyarakat bisa mengakses informasi tersedia berupa running text. Perlu menjadi perhatian serta meningkatkan kesadaran dalam membaca papan informasi dalam berlalu lintas. Saat ini, jadwal buka tutup jembatan dalam satu hari maksimal sebanyak tiga kali.

Ombudsman RI pun memberikan saran terkait jadwal buka tutup jembatan, agar dapat memanfaatkan layanan informasi publik melalui media sosial atau call center bagi masyarakat.

Atas saran tersebut, Wagub Abdul Fatah mengucapkan terima kasih dan akan membenahi kekurangan-kekurangan dalam memberikan pelayanan publik untuk masyarakat.

“Kita akan benahi dan selalu berkoordinasi untuk jadwal buka tutup jembatan. Karena waktu ini dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pasang surut air,” ujarnya.

Selain terkait pelayanan informasi, pemprov juga berusaha untuk menjaga sarana dan prasarana jembatan berupa papan pengumuman dan batas kendaraan. Hal ini dilakukan demi kenyamanan bersama. Untuk itu, diharapkan kerja sama masyarakat agar dapat mematuhi lalu lintas, dengan tidak melewati pagar pembatas saat jembatan emas terangkat agar tidak terjadi kecelakaan yang dapat berakibat fatal.

Dalam peninjauan Ombudsman RI di Jembatan Emas, tampak Wakil Gubernur Abdul Fatah didampingi oleh Dinas Perhubungan, Dinas PU, dan juga Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang meninjau langsung lokasi yang dikeluhkan masyarakat.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Umar
Editor: 
Listya