Wagub: Diklatpim Membentuk Moral Aparatur

Pangkalpinang – Sebanyak 39 aparatur eselon IV di lingkungan pemerintah provinsi dan kabupaten selesai mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XXI, di Badan Diklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (17/6/2015). Diklat ini diharapkan dapat membentuk moral aparatur, sehingga mampu bekerja membangun negara.

Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, aparatur yang telah menjalani pendidikan hendaknya dapat membantu membangun negara. Pendidikan ini setidaknya telah membentuk moral baik aparatur. Jika aparatur menemukan masalah segera dihadapi, jangan mundur sewaktu mendapatkan masalah.

“Semakin hari tugas aparatur semakin berat, terutama menghadapi petugas hukum yang selalu memonitor kerja aparatur,” jelasnya saat menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat IV Angkatan XXI, di Badan Diklat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (17/6/2015).

Untuk membuat sebuah perubahan membutuhkan waktu, dan tidak bisa dilakukan secara instant. Wagub menekankan, senior harus memberikan contoh yang baik kepada junior. Upaya menambah pengetahuan dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan studi banding agar mengetahui persoalan atau kelebihan daerah lain.

Agar proses pembangunan menjadi cepat, Wagub menyarankan aparatur mampu memangkas birokrasi, terutama dalam pembuatan perizinan. Lamanya proses pembuatan perizinan kemungkinan dikarenakan salah menempatkan pejabat. Sebab jika pejabat terkait mengerti dan ingin memajukan daerah, pembuatan perizianan tidak membutuhkan waktu lama.

“Kita memerlukan pejabat yang sehat, pintar dan berimam (SPI). Birokasi diibaratkan mata rantai, jika satu mata rantai putus membuat proses birokrasi tidak berjalan. Masih banyak birokrat tidak berani mengambil risiko, namun birokrat jangan menjadi penghambat birokrasi,” tegasnya.

Tak hanya itu. Wagub juga menginginkan agar pejabat mempunyai kemampuan dalam bekerja, sehingga program kerja dapat berjalan dengan baik. Mutasi pejabat disesuaikan dengan kemampuan, begitu juga ketika melakukan mutasi di kalangan staf. Selain itu perlu melakukan perbaikan sistem manual menjadi sistem berbasis teknologi.

“Saat ini  masih banyak pekerjaan yang sudah dapat dilakukan secara elektronik dan tersistem, namun masih menggunakan cara-cara manual. Pekerjaan yang sudah tersistem, terutama di bidang keuangan dapat mengurangi terjadinya tindakan korupsi,” jelasnya.

Sebagai aparatur negara, ungkapnya, jangan berpikir ingin hidup kaya. Sebab gaji aparatur sudah diatur negara. Kendati demikian, aparatur jangan sampai melakukan tindakan korupsi. Karena bagaimanapun cara menyembunyikan tindakan buruk, suatu saat ketahuan juga.

“Mari bersama-sama membangun negeri ini dengan baik, terus berpandangan ke depan. Sehingga dapat menyelesaikan persoalan negeri ini,” ajaknya.

Sebelumnya Hendra Kusuma Jaya Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, kegiatan ini bertujuan mengembangkan potensi kepemimpinan pejabat struktural eselon IV. Sedangkan sasaran yang ingin dicapai, terwujudnya pejabat struktural yang memiliki kompetensi.

“Pejabat harus mempunyai kompetensi kepemimpinan, operasional dan mampu melaksanakan tugas dan fungsinya,” kata Hendra.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky | Huzari
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari