Wagub Ingin Masyarakat Lebih Mandiri

Pangkalpinang – Roh pelaksanaan kegiatan nganggung harus dikembalikan ke masa lalu. Sebab dahulu masyarakat bisa mandiri menggelar nganggung tanpa bantuan biaya pemerintah. Namun sekarang hampir setiap kegiatan nganggung mendapatkan bantuan pembiayaan dari pemerintah. Paradigma ini harus diubah dengan mengembalikan kemandirian masyarakat.

Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, selain menampilkan kearifan lokal budaya nganggung, hendaknya perayaan peringatan hari jadi Kota Pangkalpinang ke depan juga dimeriahkan seni tradisi lain yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sehingga acara setahun sekali ini menjadi semakin semarak dan meriah.

Jika Pemerintah Kota membutuhkan anggaran dapat dibicarakan ke pemerintah provinsi. Ia menambahkan, peningkatan kemeriahan menjadi strategi agar masyarakat tidak bosan. Selain itu pemeritah kota dapat memformulasikan kegiatan dengan menggelar perlombaan makanan yang dibawa masyarakat. Kelezatan makanan dinilai, selanjutnya ibu-ibu juru masak makanan terlezat diberikan hadiah.

“Tradisi nganggung punya nilai sejarah. Dahulu, tradisi nganggung tidak pernah dibiayai negara. Namun sekarang sudah modern, sehingga ada kesan apapun kegiatan harus biaya pemerintah. Padahal masyarakat harus mandiri mempertahankan tradisi ini,” saran Wagub saat menghadiri kegiatan Nganggung Peringatan Hari Jadi ke 259 Kota Pangkalpinang, di Alun-alun Taman Merdeka, Senin (19/9/2016)..

Masyarakat secara swadaya membiayai kegiatan nganggung menjadi ciri tradisi warisan bagi Bangka Belitung. Lebih jauh Wagub menjelaskan, sekarang Kota Pangkalpinang sudah semakin tua dan semakin kuat. Sumber daya manusia sudah cukup kuat, namun pergerakan perekonomian masih belum begitu kuat. Pasalnya akhir-akhir ini kondisi perekonomian di Bangka Belitung melemah.

“Setiap tahun kita selalu merayakan peringatan hari jadi Kota Pangkalpinang dan nikmat ini harus kita syukuri. Kegiatan nganggung merupakan wujud kebersamaan dan kegotong royongan. Namun hendaknya pelaksanaan perayaan HUT tahun depan lebih meriah. Pelaksanaan kegiatan bisa di kecamatan berbeda, sehingga bisa lebih mendekatkan masyarakat,” harapnya.

Sementara Sopian Wakil Walikota Pangkalpinang mengatakan, peringatan HUT Kota Pangkalpinang kali ini mengusung tema ‘Dengan Kebersamaan Kita Bangun Pangkalpinang Sebagai Kota Investasi yang Ramah Lingkungan’. Bangsa yang kuat yaitu bangsa berkarakter, kegiatan nganggung ini merupakan upaya menunjukan dan membangkitkan semangat kebersamaan.

“Kejayaan dan kemerdekaan bangsa ini kita raih berkat adanya kebersamaan. Pengalaman sejarah membuktikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan atas dasar kebersamaan dan gotong royong, dapat membawa manfaat bagi kita semua. Begitu juga dalam konteks pelaksanaan pembangunan di Kota Pangkalpinang,” jelasnya.

Tentunya tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan dan keterbatasan pemerintah. Ia menjelaskan, sebagai ibukota provinsi mempunyai berbagai persoalan. Sejumlah persoalan tersebut harus diselesaikan dengan nilai kebersamaan. Sebab kerja sama semua komponen dan elemen di masyarakat sangat dibutuhkan. Kegiatan nganggung yang melibatkan semua pihak menjadi bukti kebersamaan tersebut.

“Selain melibatkan masyarakat, BUMN dan BUMD juga ikut meramaikan kegiatan ini. Tidak ada yang tidak dapat dilaksanakan jika kita kerjakan secara bersama-sama. Saling bergotong royong, saling tolong, saling memberi masukan dan terus bekerja demi kesejahteraan masyarakat kota. Kegiatan ini terus dilaksanakan untuk memperkuat pondasi pembangunan,” paparnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra