Wagub Nilai Penamaan Raskin Kurang Pantas

Pangkalpinang – Hidayat Arsani Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung menilai penamaan beras miskin (raskin) kurang pantas untuk diterapkan di Bangka Belitung. Pasalnya, masyarakat yang dikatakan miskin namun masih menggunakan handphone dan rumahnya masih layak.

"Beras miskin lebih baik diganti namanya jangan raskin," saranya saat penyerahan secara simbolis raskin tahun 2015, di Kantor Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkalbalam, Pangkalpinang, Kamis (25/6/2015).

Menurut Wagub, mungkin di daerah lain masih banyak masyarakat kurang beruntung jika dibandingkan dengan masyarakat Bangka Belitung, walaupun kondisi perekonomian menurun. Pembangian beras ini merupakan suatu penghargaan dari pemerintah.

"Mari kita bersyukur kepada Allah SWT, hari ini masih berhak mendapatkan bantuan beras dari pemerintah," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, masyarakat miskin di tujuh kecamatan Kota Pangkalpinang akan mendapatkan jatah beras tersebut. Rinciannya, di Kecamatan Rangkui terdapat 1071 rumah tangga sasaran (RTS), Kecamatan Bukit Intan 915 RTS, Pangkalbalam 790 RTS, Taman Sari 561 RTS, Girimaya 651 RTS, Gerunggang 975 RTS dan Kecamatan Gabek 549 RTS.

Berdasarkan perhitungan Pendataan Program Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011, jumlah RTS di Kota Pangkalpinang penerima raskin sebanyak 5512 RTS. Setiap RTS tersebut berhak memperoleh beras miskin sebanyak 15 kg.

“Ganti nama raskin dengan nama lain, dengan alasan untuk saat ini di Kota Pangkalpinang jarang ditemukan orang miskin,” ungkapnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adit | Ratna
Fotografer: 
Surianto
Editor: 
Huzari