Wagub: Sedia Payung Sebelum Hujan

Pangkalpinang – Hidayat Arsani Wakil Gubernur (Wagub) Kepulauan Bangka Belitung menyarankan agar selalu waspada terhadap kejadian bencana alam. Pasalnya musibah bencana alam tidak dapat diprediksi, sehingga harus sedia payung sebelum hujan. Sebab selain bencana alam, ada juga bencana yang dapat membuat masyarakat susah, seperti wabah flu burung.

“Kita tidak menunggu kecelakaan dulu, prinsipnya sedia payung sebelum hujan. Bukan hujan dulu baru menyediakan payung,” tegasnya saat meresmikan penggunaan peralatan dan logistik penanggulangan bencana hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada BPBD Kepulauan Bangka Belitung, di Kantor BPBD Bangka Belitung, Selasa (3/6/2014).

Peresmian penggunaan peralatan dan logistik penanggulangan bencana ditandai penekanan tombol sirine serta penandatangan MoU hibah dari BPNB kepada BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Lebih jauh Wagub mengatakan, sementara ini Bangka Belitung dapat dikategorikan sebagai daerah yang cukup aman dari kejadian bencana alam. Beberapa musibah bencana alam yang melanda seperti banjir.

Syahrizal Tanjung Plt Kepala Dinas Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan, hibah peralatan dan logistik penanggulangan bencana dari BNPB kepada BPBD sesuai arah dan kebijakan PP No 5 Tahun 2009 tentang Pedoman Bantuan Peralatan. Diharapkan daerah mampu menghadapi setiap ancaman bencana tanpa dapat diprediksi, karena kejadian bencana merupakan kehendak Tuhan.

Strategis penangulangan bencana harus dilaksanakan secara cepat, tepat dan menyentuh rakyat. Ia menambahkan, motto BNPB yakni melaksanakan penangulangan bencana secara cepat, tepat dan menyentuh rakyat. Penggunaan peralatan dan logistik ini diharapkan dapat membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Sedangkan pemenuhan logistik digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan pemulihan sarana dan prasana vital.

“Di awal tahun Provinsi Kepulauan Bangka belitung dilanda bencana hidrometeorologi yaitu banjir rob  dan badai petir,” ungkapnya.

Berbicara mengenai peralatan, ia menjelaskan, saat ini sudah ada bantuan perahu karet (LCR) satu unit, perahu amfibi, speedboat, perahu politerin anti bocor, logistik dan peralatan dari BPNP senilai Rp6,5 miliar. Selain peralatan tersebut, BPBD juga mempunyai jembatan darurat untuk membantu mengatasi jembatan putus dan banjir.

“BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menduduki peringkat sepuluh besar terbaik se Indonesia. BPBD selalu berkoordinasi dengan BMKG, basarnas serta SKPD terkait dalam mengatasi bencana. Bangka Belitung rawan banjir, sehingga bantuan peralatan hibah dari BNBP sangat tepat sekali bagi daerah dalam mengatasi bencana,” ungkapnya.(adi/rizky)

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Adi Tri Saputra | Rizky
Fotografer: 
Rizky
Editor: 
Huzari