Warga Daerah Rawan Banjir Diimbau Waspada

Pangkalpinang – Warga daerah rawan banjir diimbau untuk selalu waspada. Pasalnya saat ini Bangka Belitung kerapkali diguyur hujan cukup deras. Selain itu, akhir-akhirnya kondisi cuaca cukup ekstrim. Terdapat beberapa titik daerah rawan banjir di Pangkalpinang di antaranya, di Kelurahan Pintu Air dan seputaran Kelurahan Gedung Nasional.

Agus Lazuardi Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, berdasarkan data BMKG, Oktober ini akan sering turun hujan. Untuk itu masyarakat diminta tetap waspada, sehingga dapat meminimalisir kerugian materi ketika terjadi bencana banjir.

“Waspada terhadap kondisi saat ini. Intensitas hujan cukup besar, selain itu cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrim. Ada beberapa titik daerah yang harus waspada, seperti daerah Pintu Air, RRI dan Jalan Balai. Jika hujan dan pasang air laut tinggi, maka daerah ini tergenang,” jelasnya saat konferensi pers di Media Center Diskominfo Bangka Belitung, Selasa (27/9/2016).

BPBD provinsi tetap berupaya membantu masyarakat yang dilanda bencana. Ia menambahkan, penanganan dilakukan secara cepat, tepat dan terpadu demi membantu korban bencana. Sebab perlindungan terhadap masyarakat merupakan urusan wajib. Kendati masih kekurangan, namun saat ini BPBD provinsi telah memiliki perahu untuk mengevakuasi korban.

Tak hanya itu, pasalnya BPBD juga siap melakukan pemasangan jembatan bailey (jembatan panel semi permanen) jika terdapat jembatan roboh akibat diterjang banjir. Menurut Agus, peralatan dapur umum serta petugas siap menyediakan makanan bagi korban saat bencana maupun pasca banjir. Sedangkan 18 unit perahu yang ada sekarang ini memang masih kurang.

“Namun BPBD siap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena banjir dengan melibatkan seluruh stakeholder, seperti dinas terkait, TNI, Polri serta relawan bencana. Kita telah melakukan tindakan penanganan bencana mulai dari mengevakuasi dan menyelamatan korban banjir,” kata Agus.

Tak hanya itu, sebab BPBD provinsi juga memberikan bantuan langsung berupa bahan makanan dan kebutuhan dasar. Lebih jauh ia mengatakan, kebutuhan dasar masyarakat telah disiapkan. Saat kejadian banjir Februari lalu, BPBD memfungsikan jembatan bailey. Jembatan ini bersifat sementara untuk menghubungkan akses jalan daerah yang terputus akibat banjir.

"Jika selama tiga hari akses jalan di daerah masih terputus, maka jembatan akan didirikan. Pemasangan jembatan dengan mempertimbangan skala perioritas, khususnya masalah perekonomian dan distribusi bantuan. Februari lalu, jembatan telah dipasang di Kretak, Kabupaten Bangka Tengah," jelas Agus.

Mengenai perbaikan kerusakan akibat banjir telah diajukan kepada BNPB Pusat. Agus mengatakan, BNPB menurunkan tim verifikasi untuk melakukan perbaikan sarana dan prasarana akibat banjir di Pangkapinang dan Kabupaten Bangka Tengah. Mudah-mudahan bantuan segera turun tahun ini. Selain penanganan saat bencana, ada juga tindakan pra bencana.

“Kita melakukan sosialisasi tentang bencana kepada masyarakat, pelajar dan pemuda agar memiliki pengetahuan tentang penanganan bencana. BPDD juga merekrut relawan bencana dari pelajar, mahasiswa dan unsur masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki kewaspadaan dan tenang menghadapi bencana,” harapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Surianto
Fotografer: 
Adi Tri Saputra
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra