Warga Diimbau Mengimplementasikan Nilai-nilai Pancasila

Pangkalpinang – Warga diimbau untuk mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Pasalnya kebenaran dan kekuatan Pancasila sudah teruji dalam mempertahankan persatuan, kesatuan dan kedaulatan republik ini. Selain itu, keberadaan Pancasila menjadi salah satu yang membuat Bangsa Indonesia berbeda dengan bangsa-bangsa lainnya.

Yan Megawandi Sekda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengatakan, hari Kesaktian Pancasila selalu diperingati setiap tanggal 1 Oktober. Peringatan kali ini mengusung tema “Kerja Nyata untuk Kemajuan Bangsa Sebagai Wujud Pengamalan Pancasila”. Nilai-nilai universal yang terkandung dalam Pancasila telah berkembang dalam kepribadian warga Indonesia sesuai dengan kodratnya.

Sejarah mengungkapkan, Pancasila sebagai jiwa seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilainya memberi kekuatan hidup dan membimbing warga mengejar kehidupan lahir, batin yang semakin baik. Diterimanya Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara, membawa konsekuensi logis. Nilai-nilai Pancasila wajib selalu menjadi landasan pokok serta fundamental.

Ia menambahkan, nilai-nilai Pancasila tersebut digunakan untuk melaksanakan penyelenggaraan negara. Pancasila yang telah diterima dan ditetapkan sebagai dasar negara seperti yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Indonesia tahun 1945, merupakan kepribadian dan pandangan hidup bangsa yang telah teruji.

“Kebenaran dan kesaktian Pancasila sudah teruji. Sehingga tidak ada satu kekuatan apapun yang mampu memisahkan kekuatan Pancasila dari kehidupan bangsa Indonesia. Sebab Pancasila mengandung nilai-nilai universal,” tegas Sekda saat Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman kantor Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (3/10/2016).

Nilai-nilai Pancasila bersifat universal berlaku untuk semua manusia dan bangsa tanpa batas tertentu. Ia menjelaskan, sebaliknya nilai-nilai khusus berlaku bagi bangsa Indonesia. Sebagaimana tertuang dalam Pancasila yakni, nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan Keadilan. Oleh karena itu, Pancasila dijadikan sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa.

Lebih jauh ia mengatakan, sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Pancasila mempunyai nilai-nilai bersifat khusus. Ini membedakan antara negara Indonesia dengan negara lainnya. Nilai tersebut perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan nilai ini wajib disertai dengan kesadaran warga Indonesia mengenai tanggung jawabnya.

Penerapan nilai-nilai Pancasila seharusnya timbul dan tumbuh di masyarakat tanpa ada rekayasa dan tidak dipaksakan. Selain itu, jelasnya, kerja nyata untuk kemajuan bangsa sebagai wujud pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mengimplementasikan sila pertama, manusia Indonesia percaya dan takwa pada Tuhan Yang Maha Esa sesuai kepercayaan masing-masing.

Warga Indonesia juga harus mempunyai rasa menghormati menjalankan ibadah sesuai agama. Sila kedua, Kemanusian Yang Adil dan Beradap diwujudkan dengan cara memperlakukan manusia sesuai harkat dan martabat sebagai makhluk Tuhan. Sesama manusia harus mengakui persamaan hak dan derajat, tanpa membeda-bedakan suku, agama, jenis kelamin, kedudukan sosial dan sebagainya.

Mengurai mengenai sila ketiga Pancasila, Sekda mengatakan, untuk mewujudkan persatuan Indonesia dilakukan dengan cara menempatkan kesatuan, persatuan atas kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. Makna sila ini harus dikembangkan dengan rasa cinta terhadap tanah air.

Sila keempat, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan juga harus diimplementasikan. Sekda menjelaskan, setiap warga negara mempunyai hak dan kedudukan sama.Sehingga tidak boleh memaksanakan kehendak kepada orang lain. Terakhir sila kelima yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

“Sila kelima diwujudkan dengan cara mengembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotong royongan. Selain itu perlu mengembangkan sikap adil terhadap sesama. Kita patut bersyukur, karena Pancasila menjadi pedoman bangsa dan negara sekaligus menjadi dasar berpikir, bersikap dan berprilaku,” jelasnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Rizky Fitrajaya/Huzari
Fotografer: 
Rizky Fitrajaya
Editor: 
Huzari | Adi Tri Saputra