Warga Jangan Tergiur Aksi Politik Uang, Bawaslu Harap Masyarakat Cerdas Memilih

PANGKALPINANG -- Pengawasan tahapan pemilu terus dilakukan Bawaslu mulai tingkat provinsi hingga kelurahan. Memasuki masa tenang pemilu, masyarakat disarankan agar tidak mudah tergiur dengan aksi atau tindakan politik uang, baik yang secara langsung dilakukan peserta pemilu atau oknum masyarakat.

Ketua Bawaslu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Irawan mengatakan, setelah memasuki masa tenang ini, hendaknya tidak ada lagi kegiatan kampanye. Selain itu masyarakat untuk tidak terlibat baik sebagai subjek maupun objek secara langsung dalam tindakan dan aksi politik uang. 

"Jika masyarakat menemukan ada tindakan tersebut, diminta partisipasi melaporkan ke Bawaslu. Karena dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam pengawasan," kata Edi Irawan saat dihubungi babelprov.go.id, Senin (15/4/2019).

Mengenai proses pelaporan indikasi tindakan pelanggaran pemilu, kata Edi, masyarakat bisa datang langsung ke Bawaslu. Adapun cara lain bisa ditempuh, seperti pelaporan melalui telepon atau media sosial milik Bawaslu. Untuk media sosial, Bawaslu mempunyai Facebook, Twitter dan media sosial lainnya.

Besok lusa yakni tanggal 17 April, masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih disarankan datang ke TPS untuk menggunakan hak suara. Menurut Edi, partisipasi masyarakat menyukseskan kegiatan pemilu sangat penting. Masyarakat bisa menggunakan hak suara sesuai keinginannya.

Semakin dekat dengan pelaksanaan pemungutan suara, jelas Edi, Bawaslu gencar melakukan kegiatan patroli pengawasan. Pelaksanaan kegiatan mulai tingkat provinsi hingga kelurahan. Hal ini bertujuan mengantisipasi terjadi pelanggaran pelaksanaan tahapan pemilu.

"Setidaknya terdapat lima hak pilih masyarakat dalam pemilu kali ini. Untuk itu, membutuhkan pemahaman masyarakat ketika menggunakan hak suara. Kita berharap pemilu lancar, tertib demi terjaganya kesatuan dan persatuan bangsa," harap Edi.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Huzari
Editor: 
Padli