Warga Sambut Kedatangan Imam Masjid Kairo Mesir

Air Gegas – Masjid Roudotus Sholihin, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan dipenuhi jemaah. Sejumlah warga ingin beribadah dan berbuka puasa bersama Syaikh Assayyid Abdul Salam Imam Masjid Kairo Mesir serta Abdul Fatah Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Syaikh Assayyid Abdul Salam ikut menyantap makanan ala tradisi masyarakat setempat.

Kendati tidak menggunakan dulang, namun sejumlah makanan dan takjil tersusun berjajar memenuhi sekeliling teras masjid dan ruangan pertemuan. Sebelum menyantap makanan berbuka puasa, Syaikh Assayyid Abdul Salam sempat menyampaikan tausiah. Warga tampak antusias mendengarkan tausiah Syaikh dibantu seorang penterjemah bahasa.

Abdul Fatah Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mengatakan sengaja mendatangkan Syaikh Assayyid Abdul Salam untuk menyampaikan tausiah kepada masyarakat muslim di Bangka Belitung. Selain di Bangka, kegiatan tausiah ini juga dilaksanakan di sejumlah masjid Pulau Belitung. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan keislaman dan keimanan.

“Semoga kedatangan Syaikh dapat menambah pengetahuan dan membuat masyarakat meningkatkan keimanan kepada Allah SWT,” kata Wagub saat menyampaikan sambutan jelang berbuka puasa, Rabu (31/5/2017).

Sebelumnya, Syaikh Assayyid Abdul Salam mengingatkan saat ini umat muslim berada di bulan Ramadan, bulan diturunkannya Alquran. Sebagai umat Islam harus terus mendapatkan diri pada Allah SWT, sebab nanti manusia akan menghadap Allah SWT. Ketika itu amal ibadah manusia dilihat, amal kebaikan di sebelah kanan dan amal buruk sebelah kiri.

Saat ini umat muslim sudah bisa bertemu Allah SWT lima kali dalam sehari. Ia menambahkan, saat umat muslim melakukan salat maka sedang berbicara dengan Allah SWT. Mendatangi masjid adalah pertemuan manusia dengan Allah SWT di bumi. Jika umat mencintai, Allah SWT juga mencintai umatnya.

Nanti di Padang Mahsyar manusia dibagi menjadi dua kelompok. Syaikh menjelaskan, kelompok pertama merupakan orang yang mencintai Allah SWT. Sedangkan kelompok kedua terdiri dari orang yang membenci. Jika jemaah mencintai bertemu Allah, maka malaikat memanggil dengan sebaik-baiknya nama.

“Allah SWT bertanya apakah kamu ingat dengan dosa yang telah dibuat selama di dunia. Allah mengingatkan dosa-dosa di dunia dan hamba Allah SWT tertunduk. Kalau telah mengakui perbuatan selama di dunia, seorang hamba tidak bisa berbuat apapun. Orang yang membenci Allah SWT akan dipanggil dengan nama seburuk-buruknya,” jelasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Rizky/Huzari
Fotografer: 
Rizky