Wastra, Mengangkat Cerita di Balik Sebuah Kain

PANGKALPINANG – Cerita wastra merupakan kegiatan dalam rangka memperkenalkan wastra (kain tradisional) yang sarat akan makna budaya nusantara, dalam bentuk kompetisi foto daring kebaya dan kain tradisional.

Kementerian koperasi dan UKM RI bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) menggelar program Cerita Wastra Tingkat Provinsi. Kegiatan ini digelar dengan semangat mempopulerkan Wastra Indonesia menjadi bagian dari busana keseharian untuk semua umur dan kalangan

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi saat penyerahan hadiah Lomba Cerita Wastra Dekranasda Provinsi Babel bertempat di Ruang Rapat Tanjung Pendam Kantor Gubernur Babel, Senin (26/4/2021).

“Harapan saya, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi pengrajin Wastra Babel, dan tentunya kita turut berpartisipasi aktif dalam upaya melestarikan budaya nusantara,” ungkapnya. 

Kecintaan bangsa Indonesia terhadap wastra adalah salah satu kunci terhadap pengembangan ekonomi kreatif, khususnya subsektor mode dan kriya, yang berdampak pada identitas bangsa sekaligus perekonomian.

“Meski di masa pandemi, pengrajin kriya maupun wastra harus bisa semangat, bergerak, berkreasi, dan terus berkarya, walaupun secara umum angka penjualan masih menurun. Ini menjadi tantangan yang harus menguatkan,” tambahnya. 

Selain itu, Dekranasda Babel memiliki komitmen yang kuat untuk memajukan UMKM kerajinan melalui program/kegiatan dimulai dari pelatihan, pendampingan, dan pemasaran produk.

“Saya sempat pesimis, awalnya peserta kita cuma 3 orang. Tapi dengan usaha terus menginformasikan ke berbagai pihak, akhirnya peserta Cerita Wastra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi yang terbanyak se-Indonesia yaitu, 96 orang,” pungkasnya 

Sang suami, Gubernur Erzaldi Rosman yang turut hadir pada kegiatan ini, ikut mendukung adanya kompetisi ‘Cerita Wastra’. Menurutnya, dengan mengangkat kisah dari kain ini, mampu memberikan value added (nilai tambah) terhadap produk.

“Beri tahu mereka (calon pembeli), kain ini tidak main-main. Ada kisah yang menarik dan makna mendalam yang terlukis dalam kain ini. Bisa saja pembeli lebih tertarik kepada cerita kain ini. Jadi bukan hanya gambar saja yang bagus,” ungkap Gubernur Erzaldi.

Seperti hal nya ketika mendatangi Wisata Candi Prambanan, selain kemegahan candi yang memang luar, tapi cerita Ramayana yang terukir di candi ini memberikan nilai tambah bagi para pengunjung. 

Gubernur Erzaldi juga mengungkapkan kompetisi seperti ini harus lebih sering diadakan karena, hal ini secara langsung dapat berdampak pada peningkatan promosi dan permintaan pasar terhadap wastra.

“Kita promosikan sisi lain dari kain, saya yakin ini bisa jadi suatu modal bagi pengembangan kerajinan cerita Wastra Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya. 

Usai sambutan, Gubernur Erzaldi, Ketua Dekranasda Melati Erzaldi, Wakil Ketua Dekranasda Laksmi Abdul Fatah, dan Wakil Pimpinan Cabang Bank Sumsel Babel menyerahkan hadiah kepada para pemenang yaitu, 
1. Juara I Akun Instagram : @batik.kampungkatak
2. Juara II Akun Instagram :@nekagusti
3. Juara III Akun Instagram : @mr.ardian-idnafus
4. Juara Favorit I Akun Instagram : @rindu5286
5. Juara Favorit II Akun Instagram : @afriantopp

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Natasya
Fotografer: 
Iyas Zi
Editor: 
Lisia Ayu