Wawako: Jangan Asal Geradak Makan Obat

PANGKALPINANG – Jangan asal geradak makan obat. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Walikota Pangkalpinang, Muhammad Sopian saat mencanangkan kegiatan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat atau Gema Cermat, sekaligus membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi dan Evaluasi Pelaksanaan Gema Cermat dan Optimalisasi AoC dalam Mendukung Germas.

Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Tudung Saji Kantor Walikota Pangkalpinang, yang dihadiri oleh perwakilan masyarakat, kader kesehatan, dan para apoteker se-Pangkalpinang. (03/09/2019)

“Makan obat harus sesuai dosis. Tidak semua obat memiliki kandungan yang sama, sesuaikan dengan penyakitnya. Oleh karena itu, tanya dengan ahlinya, yaitu apoteker yang menjadi pion atau agen perubahan dalam kegiatan Gema Cermat ini,” ujarnya.

Sopian mengapresiasi peran apoteker dan kader kesehatan yang akan berperan dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai cara menggunakan obat yang benar. “Yang harus dilakukan adalah mengubah perilaku atau tingkah polah masyarakat yang masih menganggap bahwa semua penyakit bisa disembuhkan dengan obat mana saja,” jelasnya.

“Untuk mengubah perilaku, masyarakat harus diberikan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya penggunaan obat secara benar. Tidak hanya efek samping, batas kapan harus berhenti makan obat pun harus tahu,” lanjutnya,

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menjelaskan bahwa masih banyak pemahaman masyarakat yang tidak benar dalam menggunakan obat. “Salah satunya, penggunaan antibiotik secara tidak tepat. Padahal, hal ini dapat memicu masalah resistensi yang akhirnya akan berimplikasi buruk pada ketahanan tubuh,” ungkap Mulyono.

“Penggunaan obat bebas dan bebas terbatas tanpa informasi yang memadai juga dapat menyebabkan masalah kesehatan baru. Gubernur Kepulauan Bangka Belitung sendiri sangat concern dengan peredaran obat bebas dengan menetapkan Instruksi Gubernur Nomor 188.54/2/DINKES/2017 tentang Penertiban atas Penyaluran dan Penjualan Obat yang Masuk Golongan Obat Bebas Terbatas di Seluruh Toko/Swalayan/Retail lainnya yang Tidak Memiliki Izin Sebagai Apotek atau Toko Obat,” jelasnya.

“Masyarakat itu memerlukan informasi yang jelas, tepat, dan benar serta dapat dipercaya. Oleh karena itu, diperlukan supervisi dari tenaga kesehatan bagi masyarakat,” lanjutnya.

Untuk diketahui, Gema Cermat merupakan upaya bersama pemerintah dan masyarakat melalui rangkaian kegiatan dalam rangka mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahamam, dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat dan benar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Sumber: 
Dinkes Babel
Penulis: 
Adinda Chandralela