Yan Sampaikan 4 Poin Penting Dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pangkalpinang – Ada 4 poin penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan pariwisata, yakni bagaimana membuat destinasi wisata, bagaimana cara memasarkannya, bagaimana melakukan kelembagaan kepariwisataannya, dan bagaimana meningkatkan kapasitas sumber daya pariwisatanya.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yan Megawandi pada acara Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Kepariwisataan, di Rumah Panggung Bangka Botanical Garden (BBG), Air Itam, Pangkalpinang, Rabu (13/2/2019).

Yan mengatakan bahwa keempat poin tersebut merupakan modal untuk membangun pariwisata Bangka Belitung.

“4 poin ini sudah sering kita bahas. Apa pun kajiannya, apa pun metodenya, cukup berpedoman pada 4 poin itu saja. Karena itu merupakan modal dasar kita untuk membangun pariwisata Bangka Belitung,” kata Yan.

Sementara Kepala Disbudpar Bangka Belitung, Rivai mengatakan bahwa pembangunan pariwisata merupakan suatu hal besar yang sangat kompleks. Dibutuhkan sinergitas dari semua pihak terkait.

“Membangun pariwisata ini sifatnya besar dan kompleks. Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua pihak terkait harus memberikan sinergi positif yang kuat dan bergerak bersama,” kata Rivai pada kesempatan yang sama.

Dijelaskan Rivai bahwa 3A berpengaruh besar bagi pengembangan pariwisata di Bangka Belitung.

“3A sangat berpengaruh bagi pengembangan kepariwisataan kita. Atraksi dan akses terus kita tingkatkan, Atraksi yang menarik menjadi suatu alasan mengapa wisatawan mau datang. Kemudian akses yang bagus juga memudahkan wisatawan ke daya tarik wisata. Dan juga amenitasnya, segala fasilitas ada, jadi wisatawan tidak perlu khawatir,” jelasnya.

Pendiri El John Indonesia, Johnnie Sugiarto yang juga hadir menyampaikan bahwa pergeseran zaman menuntut penyesuaian dari siapa pun pelakunya, termasuk para pelaku industri pariwisata.

“Sekarang zaman sudah serba digital. Wisatawan dari negara lain sudah menggunakan cara tranksaksi digital. Kita sebagai tuan rumah harus bisa beradaptasi dengan kemajuan tersebut, agar wisatawan tetap merasa diterima di negara kita dan tetap mudah dan senang berwisata,” kata Johnnie.

FGD dihadiri ± 30 perwakilan pelaku dan juga pengamat pariwisata Bangka Belitung, baik pemerintah, swasta, atau pun asosiasi. Setiap pihak menyampaikan isu-isu strategis pariwisata yang sedang berkembang di Bangka Belitung, sesuai dengan bidangnya masing-masing. Isu-isu ini dihimpun untuk diteruskan kepada staf khusus pariwisata Prov.Kep.Babel, Hermawan Kertajaya dalam waktu dekat ini.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Ernawati Arif
Fotografer: 
Ernawati Arif
Editor: 
Fitra