Yogyakarta Sandang Predikat Kualitas Terbaik

akarta – Andrinof A Chaniago Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional memberikan penghargaan "Pangripta Nusantara Tahun 2015" kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, Rabu (29/4/2015). Penghargaan tersebut diberikan karena telah berhasil menyusun dokumen perencanaan pembangunan dengan kualitas terbaik.

Beberapa provinsi berhasil meraih penghargaan tersebut di antaranya, Provinsi DI Yogyakarta menyandang predikat terbaik pertama, Kalimantan Timur menempati posisi terbaik kedua dan disusul Provinsi Jawa Barat sebagai terbaik ketiga.

Sedangkan tingkat kabupaten/kota, penghargaan Pangripta diberikan untuk Kabupaten Aceh Barat sebagai terbaik pertama, Sleman menempati posisi terbaik kedua, Muara Enim terbaik ketiga. Sementara Kabupaten Lombok Utara meraih penghargaan harapan pertama, Siak menempati posisi harapan kedua, dan diikuti Banyuwangi sebagai harapan ketiga.

Selain itu, Bappenas juga memberikan penghargaan bagi provinsi terbaik pencapaian tujuan pembangunan millennium (MDGs). Sejumlah provinsi tersebut yakni, Nusa Tenggara Barat dengan laju pencapaian MDGs terbaik 2012-2014, Provinsi Papua dengan pengentasan kemiskinan terbaik 2012-2014.

Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi dengan tingkat pencapaian MDGs tertinggi 2012-2014, dan provinsi dengan pencapaian indikator MDGs terbanyak 2012-2014. "Ppenghargaan ini diberikan agar daerah terus terpacu mewujudkan perencanaan pembangunan berkualitas," ujar Andrinof.

Menyinggung mengenai rencana kerja pemerintah tahun 2016, menurutnya, akan dilaporkan kepada Presiden dalam sidang kabinet pertengahan Mei 2015. Kemudian ditetapkan menjadi peraturan presiden (perpres), dan selanjutnya disampaikan kepada DPR-RI. Strategi pembangunan nasional menggariskan norma pembangunan ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat.

“Selain itu, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan dapat mengurangi ketimpangan pembangunan antar golongan dan antar wilayah. Pelaksanaan pembangunan tanpa menurunkan daya dukung lingkungan dan mengganggu keseimbangan ekosistem,” tegasnya.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Suci Lestari
Fotografer: 
Fajrina
Editor: 
Huzari