Kebutuhan Pangan Jelang Hari Besar Keagamaan di Babel Masih Mencukupi

Bangka – Pelaksanaan bazar dan operasi pasar menjelang hari besar keagamaan sudah dimulai. Dengan ketersediaan pangan untuk di Bangka Belitung yang mencukupi persediaan. Selain itu hadirnya bazar dan operasi pasar ini, diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan komoditi pangan dengan harga yang terjangkau.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Ketersediaan Pangan Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sri. Selama ini Sri memprediksi kebutuhan akan pangan pokok beras di Babel hanya 87 ton.

 “Alhamdulilah kalau kesediaan stock Babel sudah cukup. Kalau kita prediksi, pertahunnya Babel hanya butuh 87 ton beras, dan untuk ketersediaan untuk saat ini sudah 146 ton. Dan untuk bazar ini kita ambil beras dari daerah kita (beras lokal), dalam rangka mensejahterakan petani kita,” terang Sri.

Dengan memasarkan produk petani lokal yang sesuai dengan harga pasar tanpa ada uang transport, difasilitasi oleh Dinas Pangan, maka harga pun dapat terjangkau masyarakat.

Kegiatan bazar dan operasi pasar pada tahun ini oleh Dinas Pangan akan dilaksanakan sebanyak sepuluh kali, dimana pada Bulan April dilaksanakan sebanyak empat kali. Disampaikan oleh Sri, pada tahun ini lebih difokuskan di area Pangkalpinang dan Sungailiat.

Komoditi yang dibazarkan berupa bahan makanan pokok (beras, terigu, minyak goreng, dan gula), daging kerbau beku, daging sapi, daging ayam, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, kentang, tomat, bawang bombay serta produk-produk UMKM.

Mengenai kestabilan harga, Sri mengatakan harga-harga masih cukup stabil. “Beras dari Bulog yang medium Rp.9000, dan Premium nya Rp. 11.000. kalau dari pasar sudah Rp. 13.100. dengan selisih 2000-3000 sudah lumayan,” imbuhnya.

“Sedangkan untuk komoditas daging ayam dipasaran bersih seharga 37 ribu, namun di bazar seharga 35 ribu. Kemudian kalau daging bulatnya dipasar 35 ribu, di bazar hanya 30 ribu,” lanjut Sri.

Selain kegiatan bazar dan operasi pasar, Dinas Pangan juga memiliki program ketersediaan pangan untuk masyarakat yang rawan ketersediaan pangan, yaitu berupa bantuan sosial langsung secara cuma-cuma paket sembako yang diadakan setiap tahunnya.

Sedangkan pada  program kawasan mandiri pangan adalah untuk memacu produksi, hingga ke pemasarannya yang didukung dana APBN dan APBD.

Lebih jauh, dikatakan Sri, promosi kegiatan masih dilakukan melalui brosur dipasar-pasar. Ia berharap masyarakat dapat mengetahui informasi mengenai kegiatan ini sehingga masyarakat dapat memanfaatkan event ini dengan baik.

Rencananya pada tanggal 30 April nanti, akan diadakan bazar selanjutnya pada acara Pencanangan Bakti Sosial Kesehatan TNI dan BKKBN di Pemali.

Sumber: 
Dinas Kominfo
Penulis: 
Khalimo
Fotografer: 
Khalimo
Editor: 
Fitra