KEPALA DP3ACSKB BABEL BUKA MUSDA II KPPI BABEL

PANGKALPINANG--Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan Pencatatan Sipil dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3ACSKB) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Susanti mewakili Gubernur membuka kegiatan Musyawarah Daerah (MUSDA) II Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di gedung Mahligai Rabu (9/10/2019).

"Politik adalah satu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang berwujud pengambilan keputusan dan UU Nomor 10 Tahun 2008 mewajibkan parpol untuk menyertakan 30% keterwakilan perempuan pada kepengurusan sebagai syarat yang harus dipenuhi parpol agar dapat ikut serta dalam Pemilu", terang Susanti.

Susanti menjelaskan kondisi Babel selesai Pemilu Legislatif lalu hasilnya ada peningkatan keterwakilan perempuan di Parpol sebesar 0,8% tadinya 10,31%  sekarang 11,11%.

Jumlah seluruh anggota legislatif Bangka Belitung 225 orang dan keterwakilan perempuan sebanyak 25 orang pada 2019 ini.

"Kaum perempuan jangan mau hanya sebagai pelengkap syarat 30%. Sesuai dengan tema hari ini kita tingkatkan kualitas dan kapasitas perempuan politik yang siap bersinergi untuk pembangunan daerah termasuk juga negara kita Republik Indonesia", ujarnya. 

Perempuan yang mau meningkatkan kualitas dan kapasitasnya harusnya tidak mudah mengeluh dan siap dengan situasi apapun, di Bangka Belitung kita mengevaluasi alasan banyak kaum perempuan tidak dipilih salah satunya karena kurang memiliki kompetensi.

"Gubernur sering memberikan arahan bahwa setiap orang yang dipilih untuk menjadi pengambil kebijakan bagi negeri ini adalah yang memiliki kompetensi atau kualitas dan kapasitas, kompetensi yang dimaksud disini adalah kecerdasan.

Susanti menegaskan kompetensi yang harus dimiliki kaum perempuan jika ingin terpilih dan dipilih yaitu kecerdasan intelektual yakni harus menguasai semua bidang ilmu karena rakyat memiliki beragam persoalan dan beragam keinginan yang harus kita akomodir, kedua yaitu kompetensi emosional dengan tidak mudah ngambek atau tidak mudah mengeluh dan banyak bersyukur, tidak mudah panik dan marah-marah serta pandai membawa diri dalam situasi apapun, dan yang ketiga kecerdasan spiritual wakil rakyat harus memiliki nilai norma yang dianut di Indonesia apabila dia muslim maka bagaimana menerapkan nilai-nilai sesuai syariat Islam, tutur kata bagus, memiliki tuntunan sesuai Al Quran dan Sunah Rasul.

Kaukus Perempuan Politik Indonesia harus dapat memastikan bahwa proses demokrasi di Indonesia mengarah pada upaya pemenuhan, perlindungan dan pemberian jaminan hak-hak perempuan termasuk dalam bidang politik sehingga terjadi perubahan situasi sosial dan politik bagi kaum perempuan.

Ketua KPPI Pusat Dwi Septiawati dalam sambutannya menyebutkan KPPI sebuah organisasi non profit lintas parpol sebagai ruang pendidikan, ruang pengalaman agar KPPI bisa menjadi role model organisasi yang menggambarkan kebhinnekaan tapi satu visi tentang pemberdayaan perempuan dan kontribusi perempuan.

"Kontribusi dapat dilakukan dengan menjalankan peran sebagai agent of change agen yang membawa perubahan positif, kedua peran sebagai problem solver atau pemecah masalah yang ada di masyarakat, ketiga menyiapkan Iron Stock atau generasi masa depan yakni sebagai ibu generasi dan ibu peradaban meskipun kita aktif di kegiatan kemasyarakatan, dan pesan seluruh pengurus KPPI teruslah berkontribusi dalam pembangunan, teruslah bersinergi baik dengan pemerintah dan bermitra dengan Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak memberikan kontribusi bagi masyarakat dan kesbangpol untuk melakukan pendidikan politik ke masyarakat agar nantinya masyarakat kita menjadi pemilih yang memiliki pemahahaman dan kesadaran yang memilih dengan hati nurani", tutur dwi. 

Ketua KPPI Bangka Belitung masa 2015-2019 Zubaidah menyebutkan bahwa dalam melaksanakan programnya KPPI Bangka Belitung selalu bermitra dengan pemerintah daerah dan dinas terkait.

Acara ini dihadiri oleh Wakil ketua TP PKK sekaligus ketua BKOW Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Laksmi Abdul Fatah, Ketua KPPI Pusat Dwi Septiawati, Ketua KPPI Bangka Belitung Zubaidah, perwakilan OPD dan pengurus KPPI kabupaten/kota Bangka se Bangka Belitung. 

Pada Musda kali ini terpilih kembali Zubaidah sebagai Ketua KPPI Bangka Belitung dengan Wakil Ketua I Agustina Norma Pasaribu, Sekretaris Sri Wahyuni AR, Bendahara Sri Kristin Sutanegara. 

Sumber: 
DP3ACSKB Babel
Penulis: 
Lisya Ayu