Media Tidak Untuk Mendulang Klik dan Menumpuk Like

"Peran media digital yang saat ini sangat besar harus diarahkan untuk membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Semestinya, perilaku media tidak dikendalikan untuk mendulang klik dan menumpuk jumlah "like", tetapi seharusnya didorong untuk menumpuk kontribusi bagi kemanusiaan dan dan kepentingan bangsa," ungkap Presiden Joko Widodo.

Pernyataan dalam pidato kenegaraan Presiden RI dalam rangka memperingati HUT ke 75  Kemerdekaan RI di Istana Negara pada Jumat (14/8/20) kemarin, membuat media kembali menjadi sorotan. 

Hal ini tidak terlepas dari perkembangan media digital yang saat ini tumbuh bagai jamur di musim hujan tanpa ada batasan. Menurut laporan Ketua Umum ITJI, Yadi Hendriana, saat ini ada 42.000 media, dari jumlah tersebut hanya 2.700 yang terverifikasi di dewan pers. Dengan kondisi ini, sulit untuk membayangkan  kredibilitas data dan informasi yang diperoleh masyarakat. Miris memang, tetapi fakta ini tidak dapat dipungkiri. 

Saat ini, setiap orang dapat menjadi sumber informasi tanpa harus menjadi seorang jurnalis.  Setiap orang bebas berpendapat dan menyebarluaskannya di media digital. 

Jika ditelisik, fenomena ini muncul atas latar belakang kondisi kebebasan pers di masa orde baru. Saat itu, perundang-undangan sangat membatasi ruang gerak dan idealisme pers, posisi pers sangat lemah. Pers hanya  menduplikasi informasi-informasi yang disampaikan oleh pemerintah tanpa memperhatikan objektivitasnya dan jika tidak taat, media bersangkutan akan dibredel.

Kebebasan yang kini diperoleh pasca reformasi menjadi lompatan besar bagi insan pers. Pers Indonesia mengalami perubahan yang luar biasa, terutama dalam hal  mengekspresikan kebebasannya. Kebebasan ini pula yang memunculkan media-media baru, baik cetak, elektronik, dan digital. Melalui platform tersebut masyarakat dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi.
 
Informasi tersebut ada yang faktual dan benar, serta membangun nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan bangsa. Namun, ada pula informasi yang berisi hoaks, intoleransi, dan kebencian. Jika media-media tersebut menggunakan kebebasannya tanpa bertanggung jawab, tentunya dapat mempengaruhi khalayak, baik secara ideologi, politik, maupun sosial dan budaya.

Sebagian besar media kini tidak lagi dimanfaatkan untuk mendorong kontribusi nilai-nilai kemanusiaan dan kepentingan bangsa. Fungsi media sebagai alat kontrol sosial di masyarakat tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

Dalam jurnal Prof. Alimin berjudul "Pengaruh Hoax Politik Dalam Era Post Truth Terhadap Ketahanan Nasional dan Dampaknya Pada Kelangsungan Pembangunan Nasional" (2019) dikatakan bahwa perpecahan suatu bangsa diakibatkan oleh pemberitaan hoaks di berbagai platform media khususnya media sosial. Beliau menggambarkan media mampu melunturkan ketahanan nasional dan keutuhan negara hingga memicu disentegrasi bangsa serta menghambat pembangunan nasional. 

Harapan kita sebagai bangsa yang bermartabat media bisa menjadi senjata bagi bangsa sekaligus berperan mengawal kebijakan pemerintah dan menyampaikan aspirasi masyarakat demi memujudkan masyarakat sejahtera.

Hal ini membuat pers harus menjalankan fungsinya sesuai dengan amanat UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers. Menjalankan fungsi jurnalistik yang tertuang pada pasal 12 bahwa, pers berfungsi menyampaikan informasi yang faktual dengan fakta jurnalistik yang benar. Pers juga berfungsi mendidik bangsa dan melakukan fungsi kontrol sosial. Pers juga melakukan pengawasan, kritik, dan koreksi untuk kepentingan umum.

Memasuki 75 tahun kemerdekaan RI, dan kemajuan teknologi informasi komunikasi, pers juga dituntut dan diharapkan untuk melaksanakan fungsi sebagai salah satu pilar demokrasi dalam menyebarluaskan informasi pada publik dengan tidak semata mata berorientasi pada motif ekonomi.

Penulis: 
Imelda
Sumber: 
http://solider.id

Artikel

17/09/2020 | Dinas Lingkungan Hidup
11/08/2020 | Pengendali Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
17/07/2020 | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan RI

ArtikelPer Kategori