Hadapi Hoaks Dengan Keterbukaan Informasi

Pangkalpinang - Maraknya berita bohong alias hoaks yang berkembang di media massa dapat berdampak pada asumsi negatif masyarakat terhadap pemerintah. Dalam rangka memperingati Hari Keterbukaan Informasi yang jatuh pada setiap tanggal 30 April, Komisi  Informasi Publik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Diskusi Keterbukaan Informasi Publik, di Ruang Pasir Padi, Lantai 3 Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Air Itam, Pangkalpinang, pada hari Senin (30/4/2018).

Dalam sambutannya, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Sudarman menyampaikan bahwa maraknya berita hoaks dapat berpengaruh buruk bagi para pembaca.

"Saat ini para pengguna media sosial begitu banyak. Mereka dengan mudah mendapatkan berbagai informasi dari media sosial. Bahkan berita yang tidak benar atau hoaks lebih mudah dipercayai masyarakat," kata Sudarman. 

Menurut Sudarman, publik harus kritis dalam menilai sebuah informasi.

"Masyarakat  sekarang ini lebih tertarik dengan berita di media sosial. Namun, penggunaan suatu media sosial seharusnya diimbangi dengan pemikirran yang kritis.Tidak mudah begitu saja percaya informasi yang beredar. Harus jeli dan logis," kata Sudarman.

Sudarman juga mengatakan bahwa hoaks dapat mempengaruhi bentuk kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Berita hoaks terkait program atau kebijakan pemerintah akan menyebabkan berkurangnya "trust" masyarakat terhadap pemerintah. Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana caranya agar hal ini jangan sampai terjadi," ucap Sudarman.

Sementara Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sugesti mengatakan bahwa moment ini merupakan waktu yang tepat bagi setiap pihak terkait untuk bersinergi memberantas hoaks.

"Hari ini tanggal 30 April 2018 merupakan Hari Keterbukaan Informasi Publik. Ini moment yang tepat bagi kita semua baik pemerintah atau pun masyarakat, dapat bersama-sama mencegah hoaks," kata Sugesti saat memberikan sambutan.

Menurut Sugesti, penyerbaran hoaks menjadi suatu urgensi yang harus segera ditindak lanjuti. "Hal ini harus segera ditindak lanjuti agar dapat mencegah publik atau masyarakat berpikiran negatif terhadap pemerintah. Sekaligus, memahami peran dari keterbukaan informasi publik dalam mencerdaskan bangsa," jelasnya.

Sugesti berharap melalui diskusi ini, para peserta dapat mengetahui persoalan terkait keterbukaan informasi publik.

Usai pembukaan, acara dilanjut dengan sebuah penampilan puisi dan diskusi interaktif terkait Keterbukaan Informasi. Diskusi tersebut dihadiri sekitar 200 (dua ratus) peserta yang berasal instansi pemerintah, akademisi, media, serta asosiasi terkait.

Penulis : Ernawati Arif (Pranata Humas Disbudpar Babel)
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : Jefrin (Pranata Humas Disnaker Babel)
Dibaca : 409 Kali