Pemprov Babel Dorong Produk Lokal Jangkau Pasar Internasional

PANGKAL PINANG—Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali berhasil mendorong produk pelaku ekonomi kreatif (ekraf) Babel naik kelas menjangkau pasar internasional melalui Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang digelar 14-18 Oktober 2026.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, melalui Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eko Kurniawan, mengapresiasi atas capaian tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pengembangan produk ekonomi kreatif Babel.

“Hasil ini membuktikan bahwa lada Bangka Belitung punya tempat di pasar dunia. Kami berterima kasih kepada pelaku ekonomi kreatif yang menjaga kualitas, dan kami berkomitmen terus mendampingi, mulai dari promosi, perlindungan kekayaan intelektual, hingga akses pasar ekspor,” ujar Eko, Selasa (20/10/2026).

Ke depan, Pemprov Babel akan terus mendorong peningkatan daya saing pelaku ekonomi kreatif melalui fasilitasi promosi, pendampingan legalitas dan perlindungan kekayaan intelektual, serta perluasan akses ke pameran dagang nasional maupun internasional.

Perlu diketahui, pada tahun 2025, pelaku ekraf binaan Pemprov Kepulauan Babel, Billiton Spice, berhasil tembus Pasar Timur Tengah lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perusahaan asal Oman, INTAJ LJJ, pada sesi Business Matching yang digelar pada 17 Oktober 2025.

Kemudian, pada TEI tahun 2026, Billiton Spice, Kembali berhasil menjangkau pasar eropa ditandai dengan adanya transaksi perdana antara Billiton Spice dengan Notre Dame D'OE, Prancis, pasca pelaksanaan TEI 2026.

Kesepakatan ekspor ini, lanjut Eko, mencakup satu palet berisi 50 karton lada putih Muntok dengan berat kotor 570 kilogram. Nilai transaksi tersebut mencapai €5.440 atau sekitar Rp110 juta, dengan pengiriman perdana dijadwalkan pada 21 Oktober 2026.

Peluang kerja sama ini bermula ketika buyer mengunjungi gerai Pemprov Babel di TEI 2026 dan melihat langsung produk yang dipamerkan. Setelah menilai produk sesuai dengan kebutuhan pasar, buyer memutuskan melakukan pemesanan awal atau trial order sebagai langkah untuk memulai kerja sama perdagangan.

Tidak berhenti pada transaksi pertama, kedua pihak melanjutkan komunikasi untuk membahas persiapan pengiriman dan peluang pemesanan berikutnya. Buyer memperkirakan pemesanan ulang dapat dilakukan sekitar tiga kali dalam setahun, sehingga potensi nilai transaksi dari satu buyer tersebut diperkirakan mencapai sekitar €16.000 atau lebih dari Rp300 juta per tahun.

"Capaian ini memperlihatkan peluang pengembangan lada Babel melalui rantai nilai ekonomi yang menghubungkan komoditas unggulan daerah dengan pengembangan produk dan perluasan akses pasar," ungkapnya.

Selain memperkenalkan rempah khas Babel kepada buyer di pasar internasional, tambah Eko, partisipasi dalam pameran dagang juga menjadi sarana membangun jejaring bisnis yang berpotensi berkembang menjadi kemitraan jangka panjang.

"Melalui upaya tersebut, produk ekonomi kreatif Babel diharapkan semakin dikenal di pasar global, memiliki akses perdagangan yang lebih luas, dan mampu memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah," harapnya.

Penulis : Faris
Sumber : Dinas Kominfo
Editor : Vera
Fotografer : Jonathan
Dibaca : 70 Kali