Seminar Wawasan Kebangsaan Bangun Kesadaran Untuk Cinta Tanah Air
Pangkalpinang - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan seminar wawasan kebangsaan, bertempat di Graha PT .Timah pada Jumat (17/11/2017).
Adapun tema dalam seminar tersebut yaitu "Merajut Kebersamaan Dan kebhinekaan Dalam Penguatan Persatuan NKRI".
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Haryoso mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan seminar ini. Diharapkan seminar ini dapat dipahami dan dimengerti oleh seluruh bangsa khususnya masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Kegiatan ini merupakan kegiatan yg sangat baik dan bermakna karena selain menanamkan nilai kebangsaan juga akan mampu memperkuat kehidupan kebangsaan," ungkap Haryoso.
Selain itu kegiatan ini juga bermanfaat untuk menanamkan rasa cinta tanah air serta memperkuat rasa gotong royong, menjaga kerukunan umat dalam bingkai NKRI.
"Saya berharap agar momentum seminar kebangsaan ini dapat membangkitkan dan membangun kesadaran serta pemahaman konsep dasar untuk memperkokoh persatuan berbangsa dan bernegara," ujar Haryoso. Selanjutnya Haryoso meyakini bahwa dengan seminar kebangsaan ini masyarakat dapat hidup berdampingan dengan rukun dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Agus Susanto salah satu pembicara dalam seminar kebangsaan tersebut menjelaskan bahwa saat ini bangsa kita berjalan sendiri sendiri. Menurut Agus keadaan tersebut dimanfaatkan oleh orang lain untuk memecah belahkan bangsa atas nama agama, oleh karena itu kerukunan harus terbangun dengan utuh.
"Pancasila memiliki nilai universal dan nilai-nilai kebangsaan. Dengan nilai-nilai tersebut kita yakin tidak ada celah untuk memecah belah NKRI".
Selanjutnya Agus juga menjelaskan bahwa masyarakat perlu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Tidak ada pertentangan nilai antara pancasila dan agama. Pancasila sebagai dasar negara merupakan harga mati bangsa Indonesia, dan jika ada kelompok tertentu yg ingin menganggu Pancasila maka kita wajib membelanya," tegas Agus.