Sosialisasikan DASMONEV KIPer, Pemprov Babel Instruksikan OPD Jadikan Pengelolaan Informasi Budaya Kerja Baru
PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel), melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dashboard Monitoring dan Evaluasi Kinerja Informasi Publik Terintegrasi (DASMONEV KIPer).
Kegiatan berlangsung di Ruang Tanjung Pesona, Lantai I Kantor Gubernur Babel, Selasa (9/6/2026) tersebut, dibuka oleh Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah (Setda) Babel, Elius Gani, mewakili Pj. Sekda Fery Afriyanto, dan diikuti perwakilan administrator, pengelola daftar informasi publik, atau operator dari 12 PPID Pelaksana (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemprov Babel.
Elius Gani, saat membacakan sambutan Pj Sekda Fery Afriyanto menuturkan, DASMONEV KIPer hadir sebagai jawaban taktis atas sumbatan komparasi data dan monitoring yang selama ini dihadapi.
Elius Gani melanjutkan, melalui sistem yang terintegrasi ini, proses pemantauan pemutakhiran data informasi publik dari PPID pelaksana di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat dipantau secara realtime.
"Atas nama pemerintah daerah, kami menyambut baik, mengapresiasi dan mendukung penuh aplikasi DASMONEV KIPer," ucap Elius Gani.
Dalam kesempatan itu, Elius Gani menyampaikan, Pemprov Babel menginstruksikan kepada PPID Pelaksana, untuk meningkatkan koordinasi internal, serta menjadikan kehadiran DASMONEV KIPer sebagai budaya kerja baru.
"Jangan melihat pengisian DASMONEV KIPer sebagai beban kerja tambahan, melainkan sebagai alat bantu (tool) untuk mempermudah dan mempercepat kinerja pelayanan informasi kita kepada masyarakat," tuturnya.
"Mari kita jadikan aplikasi DASMONEV KIPer ini sebagai lompatan digital (digital leap) dalam mewujudkan Bangka Belitung yang informatif, transparan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat," ajaknya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Babel, Eko Sentosa yang ditemui usai pembukaan kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan ini merupakan kebutuhan sekaligus tuntutan zaman dalam upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, cepat, terpercaya dan transparan.
Menurut Eko, inovasi yang dihadirkan Diskominfo Babel yakni aplikasi DASMONEV KIPer menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan digitalisasi yang terus berkembang.
"Kami berharap inovasi ini dapat diterapkan secara menyeluruh di seluruh perangkat daerah. Tanpa dukungan dan komitmen bersama, keterbukaan informasi publik hanya akan menjadi wacana. Karena itu, kolaborasi seluruh perangkat daerah sangat diperlukan agar pelayanan informasi dapat berjalan optimal," ujar Eko.
Ia menegaskan, Pemprov Babel berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya dalam aspek keterbukaan informasi.
"Pesan Pak Gubernur sangat jelas, yakni terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama keterbukaan informasi. Aplikasi DASMONEV KIPer menjadi salah satu jawaban konkret untuk mewujudkan komitmen tersebut," tandasnya.
Eko menjelaskan, melalui sistem yang terintegrasi, setiap permohonan informasi publik diharapkan dapat diproses lebih cepat, terkoordinasi dan memberikan umpan balik yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kewenangan yang dimiliki pemerintah daerah.
"Kami optimistis seluruh perangkat daerah dapat menyelaraskan langkah dengan tujuan besar yang dicanangkan Pak Gubernur, yaitu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin terbuka, responsif dan akuntabel," ucapnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis tersebut juga bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintah dalam memahami ruang lingkup tugas, tanggung jawab, serta standar pelayanan informasi publik yang berkualitas.
"Aplikasi DASMONEV KIPer merupakan bentuk optimalisasi pelayanan informasi publik yang dibangun bersama. Semakin kuat dukungan perangkat daerah, semakin baik pula kualitas keterbukaan informasi yang dapat dirasakan masyarakat," tutupnya.