Upacara Adat Mandi Belimau Menyambut Ramadhan

BANGKA - Upacara adat Mandi Belimau merupakan salah satu rangkaian kegiatan Festival Depati Bahrin 2017. Bertajuk “Niatkan Hati Sucikan Diri Menggapai Ramadhan Berkah Ilahi”, Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun di desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka tepatnya di area makam Depati Bahrin yang terletak di Dusun Lubuk Bunter.

Rangkaian Festival telah dilaksanakan sehari sebelumnya, diantaranya Persami, Pameran hingga Napak Tilas makam Depati Bahrin. Dengan puncaknya Upacara adat Mandi Belimau pada Minggu (21/5/2017) merupakan ritual adat yang dilaksanakan setiap tahun menghadapi Ramadhan. Dengan ritual doa bersama dan mensucikan diri yang dipimpin oleh H.Ilyasak, tokoh agama Desa Kimak.

Upacara Adat Mandi Belimau salah satu dari sekian banyak kegiatan yang merupakan aset daerah Babel khususnya Kabupaten Bangka. Mengajak masyarakat bersama-sama untuk tetap melestarikan dan mengembangkannya adat dan Budaya yang ada. Ini Merupakan refleksi diri sebagai umat beragama untuk membersihkan diri bukan hanya secara zahir tetapi juga secara batin. Refleksi ini lah yang dilaksanakan oleh pendahulu yang diwujudkan dengan kegiatan Mandi Belimau.

Kegiatan kemasyarakatan seperti ini telah dijalankan kurang lebih 300 tahun silam yang kemudian diinisiasi lagi oleh Depati Bahrin dan dijalankan hingga hari ini. Kegiatan ini secara rutin dilaksanakan setiap tahun, tidak hanya mengundang keluarga Keturunan Depati Bahrin yang ada di Babel saja, bahkan yang bertempat tinggal diluar Babel, seperti  Muchtar Bahrin  dari Kupang Nusa Tenggara Timur. Muchtar Bahrin selalu hadir untuk melaksanakan Upacara Mandi Belimau sekaligus berziarah ke Makan Leluhurnya.

Hadir dalam kegitan ini Wakil Gubernur, Abdul Fattah dalam sambutannya mengatakan bahwa Kegiatan ini pastinya akan memberikan makna kepada masyarakat, diantaranya menyampaikan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa yang telah memberkahi kita, mengingatkan kita kepada leluhur, selain itu dapat melakasanakan doa bersama yang sampai saat ini masih dijalankan dan mampu mempererat tali silahturahmi khususnya dalam menghadapi ramadhan.

Demikian pula yang dikatakan oleh Rustamsyah, Wakil Bupati Bangka yang juga hadir, berharap dengan kegiatan ini kemudian adat yang dimiliki Babel menjadi perhatian masyarakat seperti kegiatan-kegiatan adat di daerah lain, karena adat budaya ini merupakan warisan yang tidak terhingga dari leluhur kepada kita semua yang harus diteruskan dalam rangka membangun masyarakat khususnya di Kabupaten Bangka.

“kami menginginkan agar kita semua dalam satu pemikiran untuk memajukan masyarakat yang ada disekitar kita dan bersyukur bahwa kita memiliki saudara dan keluarga”. Ungkap Rustamsyah.

Dalam kesempatan ini Rustamsyah juga menyampaikan kepada keluarga Depati Bahrin yang hadir, agar diizinkan untuk penggunaan Nama Depati Bahrin menjadi Nama Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Bangka. Selain itu, Nama Depati Bahrin juga bisa terdaftar sebagai nama Pahlawan Nasional.

Perwakilan Keluarga Depati Bahrin, Muchtar Bachrin selain mengucapkan terimakasih kepada masyarakat dan Pemerintah Babel, juga berharap agar bisa lebih mengembangkan hubungan silahturahmi yang telah dirintis oleh pemimpin sebelumnya dan semoga lebih mempererat hubungan antara Nusa tenggara Timur khususnya Kupang dengan Babel. “Semoga Upacara Mandi Belimau ini bisa menjadi Acara Nasional”. Harapnya.

Hal serupa juga diadakan di Kupang menjelang Ramadhan, biasa disebut Marwah, dilakukan sepuluh hari sebelum Ramadhan dengan silahturahmi dari rumah ke rumah. Tradisi inilah yang diwariskan leluhur kita dulunya yang masih dijalankan di Kupang hingga sekarang.

 

                                                 

 

Penulis : nonadp
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : nonadp
Dibaca : 1.913 Kali