Cegah Narkoba di Dunia Pendidikan, BNN adakan Pelatihan Penggiat Narkoba Bagi Pelajar

BANGKA TENGAH - Besarnya dampak negatif penggunaan narkoba yang saat ini telah menyasar semua kalangan tak terkecuali kalangan pelajar, Badan Narkotika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan pelatihan penggiat narkoba bagi pelajar baik mahasiswa maupun pelajar sma/smk di hari ini di Senin (14/08) di Santika Hotel Bangka Tengah.

Pelatihan diawali dengan pemberian materi dan pemahaman terkait perkembangan narkoba dan dampak negativnya yang kini menyasar semua kalangan tak terkecuali pelajar. Dalam paparannya Tajuddin mengingatkan dan mengajak kalangan pelajar untuk tidak menggunakan dan mencoba narkoba.

“Adik-adik adalah generasi muda sebagai penerus tentu kalau generasi mudanya banyak terkena narkoba tentunya ini bahaya bagi negara, untuk itu saya ingatkan jangan coba-coba narkoba “tegas Tajuddin.

Tajuddin dalam kesempatan tersebut juga mengajak agar pelajar waspada terhadap godaan tawaran obat narkoba dan juga berharap agar penggunaan narkoba di wilayah Bangka Belitung dapat di tekan.

“Narkoba itu berbahaya, saat ini acaman yang terjadi melalui serangan narkoba tentunya ini harus diwaspadai dan untuk data lebih jelas bagaimana perkembangan narkoba di wilayah bangka Belitung tentunya ada di BBN namun pemerintah provinsi harapkan itu bisa ditekan”, ungkap Tajuddin.

Terkait dengan penggunaan narkoba dilingkungan pelajar untuk wilayah Bangka Belitung, Eka Agustina selaku kepala bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat BNN provinsi kepulauan Bangka Belitung menjelaskan untuk tingkat penggunaan narkoba bagi remaja di wilayah Bangka Belitung, berdasarkan data BNN provinsi lebih kepada penggunaann zat addiktif seperti menggunakan lem aibon, komik

Untuk tingkat penyalahgunaan di remaja di tahun 2016 dari data yang ada masalah yang ada itu seperti penggunaan zat addiktif, alcohol dan rokok, dan untuk di wilayah Bangka Belitung sendiri penyalahgunaan yang ada itu kategorinya penggunaan zat addiktif seperti melalui lem aibon dan komik, ungkap Eka.

Eka juga mengungkapkan bahwa tingkat penggunaan narkoba di kalangan pelajar untuk wilayah Bangka Belitung masih dikategorikan kecil namun tetap harus diantisipasi agar tidak terjadi peningkatan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.

“” kalau tingkat penyalahgunaan narkoba bagi kalangan pelajar di Bangka Belitung masih sangat minim dan perlu dijaga lah “tegas Eka.

Guna pencegahan penggunaan narkoba di kalangan pelajar, Tajuddin mengungkapkan agar kegiatan – kegiatan dalam rangka pencegahan penggunaan narkoba di dunia pendidikan terus dilaksanakan seperti melakukan test urine bagi pelajar/mahasiswa, ospek dan kenal kampus dengan materi pencegahan dan penanggulangan narkoba dan membentuk unit kegiatan mahasiswa (UKM) satgas narkoba kampus diungkapkan Tajuddin dapat digalakkan di sekolah maupun kampus dan juga penetapan kebijakan melalui peraturan daerah mengenai penyalahgunaan narkoba.

Hal senada juga diungkapkan Eka, bahwa dalam rangka mencegah penggunaan narkoba di Bangka Belitung khususnya di dunia pendidikan, BNN sendiri akan melaksanakan beberapa langkah aksi diantaranya dengan membangun sinergitas antara BNN dengan pemerintah daerah melalui dinas pendidikan dan DPRD, secara intens melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya narkoba bagi pelajar baru dan mengadakan sosialisasi ke kampus dan sekolah untuk melaksanaan test urine bagi pelajar.

Dalam waktu dekat kami akan mengundang dinas pendidikan, kemudian dari DPRD dan kepala BNP kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan rapat koordinasi dengan BNN pusat salah satunya untuk mendukung kegiatan ini agar dilaksanakan di tingkat pendidikan, mungkin masuk dalam kurikulum, sosialisasi di sekolah atau kegiatan yang sifatnya berbasis pencegahan penggunaan narkoba di lingkungan sekolah, dan saat ini BNP sudah melakukan sosialisasi kepada sekolah dan perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan test urin bagi pelajar/mahasiswa barunya”ungkap Eka.

Penulis : stevani
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : stevani
Dibaca : 887 Kali