Dinkes Lakukan Tindakan Preventif Untuk Turunkan Angka Pasien Hipertensi Dan Diabetes
PANGKALPINANG - Pada acara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-53 Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan kepada masyarakat untuk membudayakan hidup sehat, seperti gerakan senam bersama, dan mendorong untuk memakan sayur-sayuran dan buah-buahan. Gerakan hidup sehat ini disosialisasikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar masyarakat menjadi lebih terpacu untuk menjalani hidup sehat. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung drg. Mulyono Susanto, di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Babel pada hari Selasa (14/11/2017).
Selain itu Mulyono juga menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan juga telah melakukan kegiatan screening kesehatan, yang juga dilakukan oleh dinas-dinas kesehatan yang ada di seluruh provinsi di Indonesia. “Kegiatan screening kesehatan ini membuat masyarakat kita menjadi lebih sadar akan pentingnya untuk melakukan cek kesehatan. Dan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mencapai standar pelayanan minimal,” jelas Mulyono.
Cek kesehatan dilakukan dalam rangka mengurangi kasus penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes di masyarakat. Dengan diketahuinya kondisi tersebut, Dinas Kesehatan berupaya untuk mencegah agar tidak terjadi peningkatan terhadap kasus-kasus tersebut. Mulyono juga menerangkan apabila hal ini terus berlanjut, maka pemerintah harus menyediakan fasilitas kesehatan lanjutan. Pasalnya dampak dari hipertensi dan diabetes dapat menyebabkan penyakit jantung dan penyakit ginjal yang akan memerlukan biaya yang tingi untuk pengobatannya.
“Karena itu, momen Hari Kesehatan Nasional kita gunakan untuk pencegahannya (tindakan preventif), bukan mengobati. Seperti pola makan yang sehat, olahraga yang teratur, dan minimal rutin mengecek kesehatan,” terang Mulyono.
Ia berharap untuk kedepannya, masyarakat dapat mengubah perilaku yang mendasar untuk dapat menjaga kesehatannya. Selain itu, Dinas Kesehatan berupaya menurunkan petugas puskemas untuk menemui keluarga-keluarga agar mau melakukan deteksi dan intervensi langsung oleh petugas kesehatan, sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan yang untuk menurunkan angka hipertensi dan diabetes.
“Jadi apabila petugas di lapangan menemukan kasus hipertensi dan diabetes, maka akan dilakukan intervensi yaitu pengobatan langsung dan juga diberikan penyuluhan,” pungkasnya.