Lewat Program Khitanan Massal, TP-PKK Babel Tebar Nilai Manfaat ke Masyarakat Hingga Rp500 Juta
BELITUNG TIMUR — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani, mengatakan biaya khitan secara mandiri di fasilitas kesehatan saat ini cukup tinggi, dapat mencapai jutaan rupiah per-anak.
Hal itu disampaikan Noni Hidayat, dalam sambutannya saat menutup rangkaian Khitanan Massal, yang merupakan bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tahun 2026, di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Senin (29/6/2026).
Menurut Noni Hidayat, saat ini masih banyak keluarga yang harus menunda mengkhitankan anak karena keterbatasan biaya.
Oleh karenanya, lanjut Noni Hidayat, dirinya bersama TP-PKK Babel, berinisiatif menghadirkan layanan khitan gratis agar lebih banyak anak dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
"Di tahun 2026 ini, target kami bisa mengkhitankan 500 anak di seluruh wilayah Babel," jelas Noni Hidayat.
Dari target itu, Noni Hidayat menyebut, nilai manfaat yang diberikan ke masyarakat Babel mencapai Rp 500 juta.
"Itu bukan sekadar angka, tetapi bantuan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.
Nilai manfaat tersebut, menurut Noni Hidayat, merupakan akumulasi layanan khitan gratis yang diberikan kepada masyarakat apabila dibandingkan dengan biaya khitan mandiri di fasilitas kesehatan.
"Di program ini setiap kabupaten dan kota memperoleh kuota sebanyak 50 peserta, sementara provinsi, 150 peserta, itu sebagai bentuk pemerataan layanan kesehatan ke masyarakat," tutupnya.
Untuk diketahui, selain mendapatkan layanan khitan gratis, para peserta juga menerima bingkisan, perlengkapan sekolah dan uang saku, yang berasal dari hasil kolaborasi TP-PKK Babel bersama berbagai mitra.