Pemprov Babel Berkomitmen Dalam Pemberantasan dan Penyalahgunaan Obat Terlarang 

PANGKALPINANG - Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional, Ikatan Apoteker Indonesia  (IAI) Bangka Belitung bekerjasama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Apoteker Babel Goes To School, pada Senin ( 23/10/2017 ) bertempat di Aula Pertemuan SMKN 2 Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut diisi dengan Penyuluhan Gema Cermat sebagai bentuk dukungan serta komitmen Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam rangka pemberantasan dan penyalahgunaan obat ilegal bagi pelajar tingkat SMA/ SMP sederajat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Haryoso menghadiri kegiatan tersebut mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, DR.H.Erzaldi Rosman, SE,MM. Selain itu hadir Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala BPOM, Pengurus DPD IAI Babel, dan Kepala sekolah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta para pelajar.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Haryoso, S.H mengatakan pembangunan dan kesehatan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kesadaran kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap orang untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Kefarmasian sebagai salah satu lembaga kesehatan memiliki peranan penting karena terkait langsung dengan pemberian pelayanan kesehatan khususnya kefarmasian.

"Masalah kesehatan sekarang ini sangat kompleks. Bukan hanya masalah penyakit menular akan tetapi disisi lain penyakit yang tidak menular (degeneratif) semakin berkembang, maka peningkatan pengunaan obat semakin meningkat," jelas Haryoso dihadapan peserta kegiatan.

Tingginya arus globalisasi yang disertai kemajuan teknologi dan informasi telah membawa konsekuensi tertentu bagi perkembangan kesehatan masyarakat. Akibatnya banyak informasi di tengah masyarakat terhadap obat tanpa melalui screaning dari lembaga yang tepat menjadi sesuatu yang kontradiktif bagi upaya peningkatan kesehatan. "Untuk itu diperlukan koordinasi program melalui lintas sektor sehingga dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan," terang Haryoso.

Menurut Haryoso, Gerakan Masyarakat Cerdas menggunakan obat diperlukan agar pemerintah dan masyarakat dapat mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dalam penggunaan obat secara tepat dan benar. Setelah acara, dilanjutkan pelepasan balon ke udara secara simbolis yang dilakukan di halaman sekolah, dilanjutkan dengan audiensi secara langsung melalui kegiatan serupa yang ada di Kabupaten/ Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Penulis : Firmansyah
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : Firmansyah
Dibaca : 175 Kali