Peserta Parade Cinta Tanah Air 2017 Akan Dinilai Bakat dan Keterampilannya.

Pangkalpinang, Parade Cinta Tanah Air merupakan salah satu Program Kementerian Pertahanan yang dilaksanakan secara serempak 34 Provinsi Di Indonesia pada Bulan Juli. Dengan mengadakan Lomba Diskusi Mahasiswa dan Pelajar SLTA/ Sederajat selama 3 (tiga) hari, terhitung 25 hingga 27 Juli 2017. di Babel Program serupa telah diadakan setidaknya 6 (enam) tahun berturut-turut.

 

Kemhan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai fasilitator data peserta pelajar dan mahasiswa se Babel.

“Kegiatan ini program dari Kemhan, Dinas Pendidikan membantu memfasilitasi peserta dari SLTA/ sederajat dan Mahasiswa di Babel.” Ungkap Soleh, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ditemui saat pembukaan Kegiatan Parade Cinta Tanah Air (25/07) di Hotel Aksi.

 

Soleh juga mengatakan melalui Kegiatan Parade Cinta Tanah Air, para mahasiswa dan pelajar SLTA/ sederajat sebagai generasi muda diharapkan mampu menumbuhkembangkan kemampuan bakat dan minat, serta argumen secara lisan dan mampu mengekspresikan pemikiran dan pengetahuannya dalam rangka membentuk karakter bangsa yang memiliki kesadaran bela negara.

 

Materi- materi yang menjadi penilaian diantaranya, pengetahuan umum, pengetahuan sosial: sejarah Indonesia, geografi Indonesia, kewarganegaraan dan kebudayaan indonesia, aspek pertahanan negara dan bela negara, serta budaya maritim Indonesia.

 

Bahkan ditahun ini, minat dan bakat keterampilan anak juga menjadi penilaian. “Orang yang memiliki Bakat dan keterampilan diluar kemampuan akademis lebih mudah mempengaruhi kawan-kawannya Dan tidak mudah terprovokasi hal negatif.” Ungkap Derajat HP, Kepala Kanwil Kemhan saat diwawancarai.

 

Selain itu Drajat berharap agar para peserta pemenang lomba ditingkat Provinsi ini mampu bersaing ditingkat nasional yang akan diadakan pada tanggal 4 hingga 8 September 2017 mendatang. “Selain mengikuti lomba tingkat nasional, nantinya mereka pasti mampu membentuk network antar sesama pelajar dan mahasiswa dari Provinsi lain untuk bertukar informasi positif.” Jelasnya.

 

Terkait dengan penjurian, disiapkan 3(tiga) juri diantaranya dari unsur Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, TNI dari Korem 045 Garuda Jaya dan Akademisi dari Universitas dan di moderatori oleh Lily Limanovnava dari Kementerian Pertahanan RI.

 

Menurut Lily Limanovnava, tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya dimana hanya ada 2(dua) babak dalam lomba diskusi, yaitu Penyisihan dan Final. “saya akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan akademis termasuk bakat dan keterampilan peserta di babak penyisihan, dengan sistem ranking tertinggi dari jumlah regu yang terdiri dari 2(dua) orang nantinya akan masuk ke babak final.” Ungkapnya.

 

Penulis : nonadp
Sumber : Dinas Kominfo
Editor :
Fotografer : nonadp
Dibaca : 362 Kali