Ketua TP-PKK Noni Hidayat Tegaskan Pencegahan Narkoba Perlu Keterlibatan Mutipihak
PANGKALPINANG — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Noni Hidayat Arsani mengajak pelajar SMP se-Kota Pangkalpinang menjauhi narkoba serta menolak segala bentuk perundungan dan kekerasan terhadap anak.
Ajakan itu disampaikan Noni saat Sosialisasi dan Deklarasi Cegah Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan Anak, di GOR Sahabudin, Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah, Selasa (13/10/2026), dengan diikuti ratusan perwakilan pelajar dari empat SMP yang tersebar di Kota Pangkalpinang.
"Melalui sosialisasi ini, kami ingin mengajak dan menghimbau anak-anak agar menghindari hal-hal tersebut supaya masa depan mereka lebih baik lagi," kata Noni.
Selain itu, lanjut Noni, sosialisasi ini merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam melindungi generasi muda agar dapat tumbuh dan meraih masa depan yang lebih baik.
"Kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai bahaya narkoba serta dampak negatif perundungan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Lebih lanjut, Noni menegaskan, pencegahan narkoba harus dilakukan bersama. Menurut dia, pencegahan narkoba perlu keterlibatan mutipihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, orang tua, dan keluarga, khususnya dalam hal memberikan pemahaman serta menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan sosialisasi. Dalam hal pencegahan narkoba, semua pihak harus turut ambil bagian," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Noni mengajak peserta kegiatan membangun komitmen pribadi untuk menjauhi narkoba, tidak mudah terpengaruh ajakan teman, serta berani menolak perundungan dalam berbagai bentuk.
Noni berharap, kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan tahun-tahun dengan menyasar kelompok pendidikan yang lebih luas, mulai dari pelajar SMA hingga mahasiswa.
"Mudah-mudahan informasi dan ilmu yang diberikan hari ini bisa mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari," harapnya.
Kegiatan ini, menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN), yang menyampaikan beragam materi tentang bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Usai mendapat pembekalan materi, peserta mengikuti sesi kuis. Sesi tersebut diikuti dengan antusias oleh para peserta. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya peserta berhasil menjawab pertanyaan kuis dengan benar dan mendapatkan sejumlah hadiah.
Salah satunya El Azzam, siswa kelas VII SMP Negeri 6 Pangkalpinang. Ia mengaku senang dapat mengikuti sosialisasi sekaligus menjawab pertanyaan yang diberikan Noni. "Saya senang ikut sosialisasi ini dan bisa jawab pertanyaan dari Ibu Noni,” ucap El Azzam.
Atas keberhasilannya menjawab pertanyaan di sesi kuis, El Azzam membawa pulang hadiah berupa tas, buku dan tumbler.
Ikuti Senam Berani
Dalam kesempatan itu, Noni bersama ratusan peserta mengikuti senam berani dan senam serumpun sebalai.
Peserta juga tampak sangat antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan Ustaz Dede.
Untuk diketahui, kegiatan ini dibuka oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani. Dalam sambutannya, Hidayat menegaskan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus yang menentukan masa depan daerah dan bangsa.
"Perlindungan terhadap anak menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan mereka tumbuh dan berkembang di lingkungan yang aman serta terbebas dari narkoba dan perundungan," kata Hidayat.
Selain itu, Hidayat juga memimpin langsung pembacaan deklarasi, sebagai bentuk komitmen bersama untuk mencegah narkoba, perundungan dan kekerasan terhadap anak.
Hidayat mengimbau agar deklarasi yang diucapkan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
"Semoga komitmen bersama ini, melahirkan generasi Bangka Belitung yang berkarakter, berprestasi dan berakhlak mulia ke depannya," pungkasnya.