Perkuat Ekonomi Daerah, Sekda Babel Pacu Pengendalian Inflasi

PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terus memperkuat langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat evaluasi perkembangan ekonomi serta pengendalian inflasi daerah yang diikuti dari Ruang Vidcon Kantor Gubernur, Air Itam, Pangkalpinang, Senin (7/9/2026).

Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, M. Tito Karnavian, ini membahas Pengendalian Inflasi Daerah dan Rilis Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten/Kota Triwulan II Tahun 2026.

Penjabat Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Babel, Fery Afriyanto, mengikuti rapat tersebut yang menjadi momentum penting untuk melihat capaian perekonomian tiap-tiap daerah, mengidentifikasi berbagai tantangan, serta merumuskan langkah tindak lanjut yang lebih efektif dan terukur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Provinsi Kepulauan Babel hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 3,94 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, Perubahan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai proxy inflasi pada minggu pertama September 2026 di Provinsi Babel tercatat 1,09 persen, dari target inflasi pangan yang ditetapkan sebesar 3 hingga 5 persen.

Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Dalam rapat tersebut, Pj. Sekda Fery menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas ekonomi. Pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan langkah bersama, terutama dalam menjaga ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi efektif kepada masyarakat.

“Pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua hal yang harus berjalan beriringan. Stabilitas harga harus tetap dijaga agar daya beli masyarakat tidak tertekan, sedangkan sektor-sektor produktif perlu terus didorong agar perekonomian daerah makin kuat,” ujar Pj. Sekda Fery di hadapan jajaran OPD yang hadir.

Pemprov Babel terus mendorong penguatan sinergi lintas sektor melalui berbagai program pengendalian inflasi. Sebelumnya, Pemprov Babel bersama pihak terkait telah memperkuat komitmen melalui sejumlah program prioritas guna menjaga stabilitas harga, ketahanan pangan, dan daya beli masyarakat.

Evaluasi Triwulan II ini diharapkan tidak hanya menjadi forum untuk melihat capaian, tetapi juga sebagai dasar dalam menyusun kebijakan serta langkah konkret menghadapi dinamika ekonomi pada semester berikutnya.

Pj. Sekda Fery mengajak seluruh elemen perangkat daerah pemprov dan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan koordinasi, memperkuat pemantauan perkembangan harga dan ekonomi daerah, serta segera mengambil langkah antisipatif terhadap berbagai potensi yang dapat memengaruhi inflasi maupun pertumbuhan ekonomi.

Ia optimistis, dengan sinergi yang kuat, data yang akurat, dan langkah yang tepat sasaran, perekonomian Babel dapat terus tumbuh serta stabilitas harga tetap terjaga. Seluruh upaya ini bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui evaluasi berkala dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen menjaga fondasi perekonomian daerah agar makin tangguh, inklusif, dan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.

Penulis : Wigiari
Sumber : Biro Adpim Setda Prov. Babel
Editor : Rini Martini
Fotografer : Dinda
Dibaca : 38 Kali